Belasan naker migran asal Buleleng dipindahkan ke salah satu hotel di Lovina. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Kepulangan tenaga kerja (naker) migran ke Buleleng terus bertambah. Menyusul gelombang kepulangan itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Buleleng menyiapkan 57 lokasi hotel dengan kapasitas 267 kamar untuk tempat karantina selama 14 hari.

Sampai Sabtu (18/4) pukul 14.00 WITA, tercatat 194 orang PMI telah dikarantina. Selama melakukan karantina ini, gugus tugas juga gencar melakukan pemindahan PMI dari lokasi karantina di Kota Singaraja ke kecamatan atau desa asal PMI bersangkutan.

Menurut Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd. dalam update kasus COVID-19, dari jumlah naker migran yang sudah pulang, sebanyak 31 orang mengikuti karantina di fasilitas yang disiapkan gugus tugas di kecamatan atau desa. Sisanya, sebanyak 163 orang masih dikarantina di hotel yang difasilitasi gugus tugas kabupaten.

Skema pemindahan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kekurangan kamar hotel yang harus disiapkan gugus tugas di kabupaten. “Kami persilakan gugus tugas di kecamatan dan desa untuk memindahkan PMI ke tempat karantina yang ada di wilayahnya. Pilihan memakai hotel atau vila dan fasilitas lain ditentukan dan kami tekankan tempat karantina apapun jangan sampai menganggu kenyamanan dan psikologis PMI yang kita karantina,” ujarnya.

Gede Suyasa menambahkan, gelombang kepulangan naker dari luar negeri ke kampung halaman di Buleleng masih terjadi. Dari koordinasi dengan gugus tugas provinsi, sebanyak 114 orang akan pulang ke Buleleng. Menyusul peningkatan kepulangan ini, telah disiapkan tambahan armada bus untuk menjemput ke Denpasar.

Baca juga:  Buang Stigma Naker Migran Pembawa COVID-19, Bendesa Adat Kelating Lakukan Ini

Sebab, dua armada bus sekolah dari Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng tidak memadai. Kendaraan dinas Pemkab Buleleng juga dikerahkan untuk angkutan pemindahan naker yang sebelumnya dikarantina di hotel yang difasilitasi gugus tugas kabupaten ke akomodasi wisata atau fasilitas lain yang disiapkan di kecamatan atau desa. “Penambahan kedatangan masih terjadi dan kami terus melakukan penambahan kamar hotel. Kami juga kewalahan menyiapkan angkutan penjemputan dan akhirnya kita sewa bus tambahan dan itu snagat sulit karena banyak pemilik bus yang tidak mau menyewakan busnya untuk menjemput PMI,” jelasnya.

Terkait pendanaan, Gede Suyasa mengatakan, sejak pandemi COVID-19 Pemkab Buleleng sudah menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 17 miliar. Anggaran ini sudah dipakai untuk penanganan COVID-19, salah satunya untuk sewa kamar hotel dan biaya makan para PMI.

“Saya tegaskan anggaran ini tidak final dan bisa berubah kapanpun. Pimpinan sudah mengantisipasi skema situasi terburuk dengan menambah anggaran BTT yang akan ditetapkan 20 April 2020 ini,” jelasnya. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.