Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Desa adat telah diminta membantu pemerintah dalam menanggulangi COVID-19 lewat satuan tugas (satgas) gotong royong yang dibentuk di masing-masing desa adat. Di Karangasem, sejak satgas gotong royong penanggulangan COVID-19 dibentuk, pengawasan terhadap naker migran semakin diperketat.

Bendesa Adat Besakih Jro Mangku Widiartha mengatakan, di Desa Besakih terdata sebanyak 20 pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru datang dari luar negeri. Dalam hal pengawasan terhadap PMI, pihaknya mengandalkan satgas gotong royong. Satgas inilah yang bertugas memantau atau mengawasi para PMI.

“Dalam pengawasan PMI ini, desa adat berkolaborasi dengan desa dinas. Kita pantau mereka selama menjalani isolasi mandiri. Termasuk, melakukan pemeriksaan kesehatan semua PMI. Ini wajib dilakukan untuk mengetahui perkembangan kesehatan mereka guna mencegah penyebaran COVID-19,” Jelas Widiartha.

Hal senada diungkapkan Bendesa Adat Dukuh Penaban I Nengah Suarya. Dia mengatakan, di Desa Adat Dukuh Penaban hanya ada seorang PMI. PMI bersangkutan telah menjalani karantina dan dicek kesehatannya. “Hasilnya negatif COVID-19. Dia juga sudah tidak menjalani karantina. Walaupun begitu, yang bersangkutan jarang ke luar rumah, bila tidak ada kepentingan,” tegasnya.

Baca juga:  Satpol PP Turunkan Spanduk Penolakan Tempat Karantina PMI di Desa Samsam

Ditambahkannya, pihaknya tetap memberikan pelayanan pengecekan kesehatan kepada yang bersangkutan dan saat ini sedang menunggu jadwal pemeriksaan dari tim medis relawan yang dibentuk desa adat.

Sementara itu, Ketua Satgas Gotong Royong Penanggulangan COVID-19 Desa Adat Susuan I Gede Sandi menjelaskan, di Susuan ada 9 orang PMI. Dari jumlah itu, 5 orang sudah pulang dan 4 lainnya belum. 5 PMI yang sudah menjalani tes. Hasilnya, kelimanya dinyatakan negatif Corona. Meski demikian, mereka tetap melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing dan dalam pengawasan satgas. “Kita rutin melakukan pemantauan dan melakukan pengecekan kesehatan terhadap tenaga migran yang baru pulang dari luar negeri ini,” jelasnya.

Kepala Disnakertrans Karangasem I Nyoman Suradnyana mengungkapkan, berdasarkan data yang dimilikinya, jumlah PMI asal Karangasem yang pulang dari luar negeri sebanyak 358 orang. Jumlah tersebut, tersebar di 8 kecamatan di Kabupaten Karangasem. “Untuk Kecamatan Karangasem ada 77 orang, Bebandem 48 orang, Selat 65 orang, Rendang 49 orang, Sidemen 51 orang, Manggis 14 orang, Abang 26 orang dan Kubu 28 orang,” katanya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.