Sejumlah ABK tiba di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai. (BP/Istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Saat ini makin banyak pekerja migran Indonesia (PMI) pulang dari luar negeri. Jumlah PMI yang pulang ini seharusnya bisa didata sehingga pengawasannya dalam upaya pencegahan COVID-19 bisa dilakukan lebih baik.

Namun, tidak semua kabupaten/kota memiliki data jumlah PMI yang pulang itu. Salah satunya Bangli. Pemkab Bangli mengaku kesulitan mendata jumlah riil PMI yang pulang dari luar negeri.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Bangli Luh Wardani, Minggu (12/4), mengatakan, untuk mendapat data pasti jumlah PMI yang pulang dari luar negeri, pihaknya sudah dua kali bersurat ke seluruh camat. Pihaknya juga sudah meminta ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) agar memerintahkan pemerintah desa melaporkan data PMI yang pulang ke wilayahnya masing-masing.

Namun demikian, baru sedikit yang melaporkan data ke pihaknya. Sesuai data yang didapatnya dari kecamatan dan staf di dinasnya, per 5 April lalu jumlah PMI Bangli yang pulang ke Bangli terdata sebanyak 167 orang. Namun data yang dimiliki Dinas Kesehatan justru lebih tinggi.

Baca juga:  Bersurat ke Menlu, Ini Permintaan Gubernur Koster Soal Naker Migran

Selama ini, ungkap Wardani, kedatangan semua PMI di bandara telah dicek dan didata secara menyeluruh oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bali bersama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Namun sampai saat ini KKP belum bisa memberikan informasi dan data secara terinci berapa PMI dari masing-masing kabupaten di Bali.

Untuk mendapatkan data pasti, pihaknya sudah memohon agar bisa diberikan data PMI asal Bangli yang pulang, termasuk data asal negaranya. “Tapi sebelum pendataan oleh provinsi, disinyalir telah ada juga PMI yang sudah pulang duluan ke Bangli,” ujarnya.

Di tengah kondisi seperti ini, pihaknya pun memohon kerja sama semua pihak dan semua stakeholder terkait serta utamanya kesadaran dari diri PMI untuk bersama-sama melaporkan kedatangannya serta mau memeriksakan dirinya ke RS sesuai SOP yang ada. “Yang terpenting sadar mau melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing,” kata mantan Kabag Ekonomi itu. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.