Jero Gede Batur Duwuran. (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Puncak Karya Pujawali Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani berlangsung, Selasa (7/4) bertepatan dengan rahinan Purnamaning Kadasa. Tidak seperti karya ngusaba tahun sebelumnya, upacara yang digelar pada puncak karya ngusaba tahun ini dilaksanakan singkat dan hanya dihadiri sedikit pemedek.

Meski dalam situasi wabah Corona (COVID-19) seluruh eed atau rangkaian upacara pada puncak karya ngusaba di Pura Ulun Danu Batur tetap dilaksanakan. Seperti upacara mapepada Agung yang dilaksanakan sekitar pukul 14.00 WITA.

Bedanya jika biasanya upacara mapepada agung digelar di jaba Pura Ulun Danu Batur dengan iring-iringan panjang seperti kober, sekaa baris, dan sekaa gong serta melibatkan hingga ribuan pemedek, kali ini mapepada agung hanya dilaksanakan di madya mandala pura setempat. Hanya melibatkan beberapa orang peduluan, jero mangku, deha bunga dan krama Desa Adat Batur.

Prosesi mapepada agung berlangsung hanya sebentar namun khidmat. yang juga berbeda dalam pelaksanaan karya kali ini, jarak antar pemedek yang bersembahyang di utama Mandala diatur.

Sesuai imbauan pemerintah, pemedek yang bersembahyang berjauhan mengatur jarak sekitar 2 meter.

Pangemong Pura Ulun Danu Batur Jero Gede Batur Duwuran mengatakan meski waktu pelaksanaan karya tahun ini dipersingkat hanya seminggu, namun seluruh eed atau rangkaian upacara tetap dilaksanakan. Tidak ada yang dikurangi. Dicontohkan seperti Mapepada Agung yang tetap dilaksanakan dengan waktu yang singkat dan melibatkan sedikit krama.

Baca juga:  Kamis, Pura Ulun Danu Batur Gelar Pujawali

Istilahnya ngubeng. “Kalau biasanya prosesinya lama, dan iringannya panjang, kali ini dipersingkat,” terangnya.

Menurutnya, meski dilaksanakan singkat hal itu tidak mengurangi makna. Upacara Mapepada Agung sendiri dilaksanakan dengan tujuan nunas panugrahan bhatara Pasupati.

Jero Gede Batur mengatakan dalam pelaksanaan karya ngusaba ini pihaknya menerapkan imbauan pemerintah dengan mengurangi kerumunan dan jaga jarak. Pihaknya pun berterima kasih banyak kepada seluruh subak yang sudah mematuhi imbauan dengan datang hanya perwakilan dan tidak melebihi jumlah yang sudah ditentukan.

Melalui pelaksanaan Karya Ngusaba Kadasa ini, pihaknya memohon dan berharap Ida Bhatara yang berstana di Pura Ulun Danu Batur selalu memberikan anugerah kerahayuan dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia. Dalam karya ini dimohonkan juga agar wabah virus corona yang terjadi di berbagai negara di dunia termasuk Indonesia dan Bali pada khususnya bisa segera berakhir. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN