Warga menggunakan masker berdiri di dekat Sungai Yangtze di Kota Wuhan pada Senin (6/4). (BP/AFP)

BEIJING, BALIPOST.com – Tiongkok pada Selasa (7/4) melaporkan tidak adanya kasus kematian baru karena COVID-19 untuk pertama kalinya sejak mereka mempublikasikan data-data terkait COVID-19 di Januari. Menurut Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, dikutip dari AFP, kasus-kasus di China daratan telah menurun sejak Maret.

Namun, negara ini mengalami gelombang II wabah ini karena adanya imported case. Dilaporkan ada 1.000 imported case yang terjadi. Meski tidak ada laporan kasus kematian baru, China melaporkan adanya 32 kasus baru di negara itu, seluruhnya imported case.

Terdapat pula sebanyak 30 orang terinfeksi yang tidak memiliki gejala. Hal ini membuat jumlah orang tanpa gejala (OTG) di negara itu mencapai 1.033 kasus. Setidaknya seperempat dari OTG ini juga merupakan imported case.

Baca juga:  UNBK Ditunda Sebabkan Sekolah Rugi Puluhan Juta, Ini Kata Gubernur

Minggu lalu, Tiongkok mulai melaporkan jumlah OTG untuk pertama kalinya, setelah munculnya kekhawatiran publik terkait adanya potensi pembawa virus ini yang tidak menunjukkan gejala apapun.

Kekhawatiran juga muncul terkait adanya penambahan kembali jumlah kasus COVID-19 di Wuhan, yang merupakan episentrum dan tempat pertama kalinya virus ini muncul pada akhir tahun lalu.

Setelah ditemukannya sejumlah kasus OTG di pusat kota Tiongkok, pemerintah lokal membatalkan status bebas epidemi di 45 permukiman pada Senin (6/4).

Hingga saat ini, terdapat 81.740 orang yang terinfeksi dan 3.331 kematian karena virus ini di Tiongkok. Jumlah kasus terbesar ditemukan di Wuhan dan sekitarnya yang masuk dalam teritori Provinsi Hubei. (Diah Dewi/balipost)