Dua santri menjalani rapid test di Pelabuhan Gilimanuk, Minggu (5/4). (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Pascakunjungan Ketua Satgas Penanggulangan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra ke Gilimanuk, protap pemeriksaan kesehatan semakin diperketat. Satgas Penanggulangan COVID-19 yang bertugas di Pos Terpadu di pintu masuk Gilimanuk menerapkan pemeriksaan rapid test kepada semua penumpang yang berasal dari daerah zona merah.

Termasuk, rombongan Santri dan Santriwati yang pulang ke Bali setelah ada kebijakan merumahkan mereka terkait Covid-19. Juru Bicara Satgas Penanggulangan COVID-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Arisantha, Minggu (5/4) mengatakan protap pemeriksaan rapid test bagi semua penumpang yang datang dari zona merah ini diberlakukan di Gilimanuk. “Sesuai instruksi dari Satgas Provinsi kita periksa rapid test semua penumpang dari daerah Zona Merah COVID-19, termasuk Santri yang datang hari ini melalui Gilimanuk,” ujar Arisantha.

Untuk stok, saat ini masih ada 150 rapid test, namun besok akan dibackup dari Provinsi sebanyak 500 rapid test. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan ini lebih ketat, sebab berlaku bagi penumpang dari zona merah.

Apabila hasil screening menunjukkan positif, akan segera dirujuk ke RS rujukan terdekat untuk diambil sampel Swab. Sedangkan yang negatif diperbolehkan melanjutkan perjalanan ke rumah masing-masing.

Baca juga:  Danau Terdegradasi, Bali Kekurangan Air Baku

Sementara itu, dari pengamatan, rombongan Santri asal Bali yang masuk melalui Pelabuhan Gilimanuk mencapai 200 lebih. Mereka sebelumnya berada di pondok Darusalam Blokagung, Banyuwangi.

Tujuan anak-anak Santri ini ke Denpasar, Gerokgak, Tabanan dan Negara. Muhammad Arif, ketua rombongan Pondok Darusalam Blokagung Banyuwangi mengatakan sejatinya para Santri ini telah mengikuti protap isolasi mandiri selama 14 hari di pondok.

Selain mengantongi surat sehat, mereka juga mengantongi surat jalan dan mendata seluruh penumpang. Namun karena protap di pintu masuk Bali harus mengikuti rapid test, ratusan Santri ini mengikuti. “Mereka pulang karena ada kebijakan dari pemerintah dan kami mematuhi itu. Kami juga sangat bersyukur disini ada rapid test bagi mereka, ” ujarnya.

Secara akumulatif sejak pascaNyepi, sudah ada ribuan Santri asal Bali yang kembali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Mereka berasal dari berbagai daerah di Bali seperti Buleleng, Negara, Tabanan, Denpasar dan Badung. (Surya Dharma/balipost)