Petugas medis melakukan pertolongan pertama pada buruh yang tiba-tiba roboh, Minggu (5/4). (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Warga di sekitar tempat penimbunan pasir di sebelah timur Simpang Empat By-pass I.B Mantra, di Klotok, dikagetkan dengan meninggalnya buruh setempat, Minggu (5/4) pagi. Buruh yang punya riwayat datang dari Lombok ini, sontak membuat warga sejenak panik, karena tiba-tiba roboh tak sadarkan diri.

Kepanikan itu terjadi, karena banyak kejadian serupa yang dikaitkan dengan wabah COVID-19. Tak mau ambil risiko, warga sekitar langsung menghubungi Polsek Kota Klungkung.

Kapolsek Kompol Nyoman Suparta mengatakan peristiwa ini terjadi sekitar pukul 07.30 wita, persis di lokasi penimbunan pasir milik warga Tangkas, Muncrut. Korban diketahui bernama Nursa asal Lombok.

Buruh yang biasa dipanggil Can oleh rekannya sesama buruh ini, dikatakan saksi, Wayan Jati (71), punya riwayat baru datang dari kampungnya di Lombok sekitar seminggu lalu. Warga Banjar Ambengan Desa Tangkas ini, mengatakan awalnya korban seperti biasa mengayak pasir. Ia sempat istirahat karena mendadak merasa tidak enak badan.

Baca juga:  Kerap Bersentuhan dengan PMI, Kaling Perlu Dibekali APD

Korban, dikatakannya, sempat minum air untuk memulihkan kondisinya. Tetapi, sesaat setelah itu, dia langsung jatuh pingsan.

Panik dengan kejadian ini, warga kemudian melaporkannya ke polisi, karena khawatir wabah COVID-19. “Saya langsung hubungi layanan KRISS (Kring Sehat) agar segera mengevakuasinya, lengkap dengan dokter dan tenaga medisnya,” katanya.

Koordinator Ambulance KRIS Kadek Body Kotama, menyampaikan korban langsung dievakuasi. Sempat diberikan pertolongan pertama, namun tidak membuahkan hasil.

Setelah dievakuasi dan dibawa ke UGD RSUD Klungkung, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Hasil diagnosa pasien ini, disebutkan dia mengalami penurunan kesadaran saat mengawali bekerja. Dia diperkirakan mengalami kelelahan. (Bagiarta/balipost)