Suasana dialog interaktif. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Berita kesembuhan pasien positif COVID-19 memang menjadi sebuah kabar gembira. Akan tetapi, masyarakat diingatkan untuk tetap disiplin mengikuti anjuran pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

Antaralain dengan berdiam diri di rumah, mengurangi aktivitas di luar rumah, menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta melakukan physical distancing untuk memutus rantai penyebaran virus. “Penerapan physical distancing sangat efektif untuk mencegah penyebaran COVID-19. Virus yang berupa molekul ini menyebar melalui droplet atau percikan ketika penderita batuk atau bersin,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya saat mendampingi Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ni Putu Putri Suastini Koster, Jumat (3/4).

Untuk itu, lanjut Suarjaya, masyarakat perlu menjaga jarak aman, menggunakan masker serta selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Pemprov Bali dikatakan telah mengambil berbagai langkah dalam upaya mencegah penyebaran virus maupun perawatan terhadap pasien COVID-19.

Selain meminta masyarakat untuk beraktivitas di rumah saja dan menerapkan PHBS, dalam upaya pencegahan, pemerintah juga telah melakukan rapid test kepada para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang ke Bali di bandara meskipun mereka telah memiliki sertifikat kesehatan. “Jika hasil rapid test mereka negatif, maka PMI diminta untuk melakukan isolasi diri secara mandiri di rumah masing-masing minimal selama 14 hari dan diawasi oleh Satgas COVID-19 yang ada di desa,” jelasnya.

Baca juga:  Gugus Tugas Jembrana Minta Ketapang Perketat Pemeriksaan Arus Balik Lebaran

Suarjaya menambahkan, Pemprov Bali juga telah menyiapkan beberapa rumah sakit serta peralatan medis yang memadai untuk merawat pasien COVID-19. Saat ini, kondisi pasien positif COVID-19 di Bali dalam keadaan baik dan tidak dalam situasi kritis. “Bahkan belakangan ini sudah 11 pasien positif yang sembuh dan telah kembali ke rumahnya masing-masing,” imbuhnya.

Tidak hanya menyiapkan beberapa rumah sakit serta peralatan medis, Suarjaya menyebut Pemprov Bali bahkan sudah menyiapkan tempat karantina khusus bagi Pasien Dalam Pengawasan dengan standar yang sangat baik serta dijaga oleh tim medis dan keamanan. Dalam masa karantina, mereka diberikan makanan yang sehat, cek kesehatan setiap harinya serta kegiatan olahraga.

“Untuk itu, saya meminta masyarakat tidak usah panik dan khawatir. Yang harus dilakukan adalah mentaati imbauan pemerintah dan mendukung segala kebijakan yang telah diambil pemerintah. Dengan demikian, maka bersama-sama kita bisa menghentikan penyebaran virus corona sehingga kita akan bisa kembali beraktivitas normal,” pungkasnya. (Rindra Devita/balipost)