Tenaga kesehatan melakukan rapid test. (BP/Antara)

NEGARA, BALIPOST.com – Sebanyak 17 dari 32 orang dalam pemantauan (ODP) di Jembrana, Rabu (1/4) menjalani rapid test di RSU Negara. Dari 17 ODP tersebut, diketahui 2 orang diduga mengarah positif.

Saat ini dua ODP tersebut menjalani isolasi di RSU Negara sesuai protap. Direktur RSU Negara, I Gusti Bagus Oka Parwata, dikonfirmasi seusai pelaksanaan rapid test membenarkan adanya dua ODP yang menjalani rapid test itu diindikasi positif.

Tetapi untuk memastikan paparan COVID-19 akan dilakukan pemeriksaan swab. Salah satu ODP yang terindikasi positif itu sebelumnya sempat pulang setelah mengikuti rapid test.

Tetapi langsung diantar lagi oleh puskesmas untuk diisolasi di RSU Negara. “Kondisinya sehat keduanya tapi tetap kita lakukan isolasi dan mengambil sampel swab untuk yang positif rapid test itu,” ujarnya.

Rapid test lebih mendeteksi antibodi, sebagai pemeriksaan penyaring, bukan memastikan diagnosa infeksi virus Corona atau COVID-19. Dari informasi dua orang ini di antaranya pulang dari luar negeri dan satu orang pernah ke daerah yang terpapar.

Baca juga:  Keluar Bali, Ribuan Motor Padati Gilimanuk

Dipastikan bahwa saat ini keduanya dalam kondisi sehat, akan tetapi karena dari hasil rapid test diketahui positif maka dilakukan karantina di ruang isolasi khusus penanganan COVID-19 di RSU. RSU memang melakukan rapid test yang ditujukan untuk paramedis (perawat dan dokter) berjumlah 11 orang yang menangani COVID-19 dan 32 ODP di Jembrana.

Namun hingga sore, baru 17 ODP yang datang dan sisanya belum. Dari 17 ODP yang menjalani rapid test itu diketahui dua orang mengarah positif.

Selama dalam karantina sesuai protap mereka selanjutnya langsung menjalani SWAB untuk memastikan keduanya positif. Rapid test ini sebagai screening awal untuk memutuskan tindakan bagi orang yang memiliki gejala klinis. Termasuk untuk memperluas cakupan orang dalam pemantauan.

Secara teknis, tes tahap awal dilakukan di Rumah Sakit Umum Negara yang memang sudah disiapkan menjadi rumah sakit rujukan COVID-19 di Bali. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN