Petugas mengevakuasi jasad mahasiswi yang meninggal karena bunuh diri. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kasus bunuh diri terjadi di jembatan Sungai Yeh Penet, Sangeh dan diketahui, Rabu (1/4). Korbannya, Ni Putu Puspasari (20) bertatus mahasiswi dan beralamat di Banjar Ulapan 2, Abiansemal.

Menurut sumber, ibu korban Ni Made Lambon sudah dimintai keterangan. Dari keterangan Lambon, sebelum bunuh diri korban minta uang untuk membayar kuliah. Bila tidak dibayar, korban akan berhenti kuliah.

Namun orangtua korban tidak mampu membayar uang kuliah. “Korban mendesak seperti itu karena akan melaksanakan ujian di kampusnya. Sore harinya (Selasa) korban sempat sembahyang dan setelah itu langsung masuk ke kamar,” ujar sumber.

Orangtua korban juga masuk ke kamarnya. Beberapa saat kemudian, ayah korban mendengar suara gaduh dan dikira korban ke kamar mandi.

Sementara warga seputaran TKP, Putu Sudarta mengatakan, saat dia dan temannya mengaliri air di sawah pada Selasa (31/3) pukul 23.00 Wita, didatangi seseorang dari Carangsari, Petang. Diberi tahu jika di TKP ada sepeda motor parkir. “Selanjutnya dicek lokasi dan benar adanya sepeda motor parkir di sana,” ungkapnya.

Baca juga:  Hingga Hari ke-13, Sembilan Pengungsi Meninggal

Sudarta langsung menghubungi salah satu pecalang Desa Adat Sangeh, Ketut Susila dam Polsek Abiansemal. Beberapa menit kemudian, polisi tiba di TKP.

Hasil olah TKP, ditemukan fotocopy Kartu Keluarga, botol air minum mineral dan masker. Setelah dicek ke bawah jembatan, ditemukan mayat korban dalam posisi tengkurap memakai baju hitam dan celana hijau.

Selanjutnya petugas menghubungi Basarnas, BPBD Badung dan ambulans PMI. Petugas langsung mengevakuasi mayat korban dan dibawa ke RSUD Mangusada, Kapal.

Kasubbag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa saat dikonfirmasi mengatakan, belum menerima laporan kejadian tersebut. “Saya cek dulu ke Polsek Abiansemal,” tegasnya. (Kerta Negara/balipost)