Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana terus mengkampanyekan PHBS untuk mengantisipasi penularan virus Corona. Pemerintah daerah menyiapkan wastafel dan hand sanitazer di tiga ruang publik di Kota Singaraja, Jumat (19/3). (BP/mud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Tim dokter RSUD Buleleng terus bekerja keras merawat empat orang yang dikategorikan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus Corona. Sampai Jumat (19/3), kesehatan keempatnya terus membaik dan menunjukkan tren kesembuhan.

Hal itu ditegaskan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) usai meresmikan pemasangan tiga titik wastafel di ruang publik, Jumat (19/3) sore. Bupati mengatakan, keempat orang PDP tidak lagi panas dan gejala yang mirip tertular virus Corona tidak muncul kembali. Sejak dirawat di ruang isolasi Lely I, nafsu makannya meningkat.

Meski demikian, PDP nomor 01, 02, 03 dan 04 itu masih menunggu hasil uji laboratorium sampel hapusan tenggorokan yang diuji di Balitbangkes Kemenkes RI. Kalau negatif, pasien tidak langsung bisa dipulangkan.

Protap mengatur bahwa masih ada tahapan pemeriksaan dua sampai empat kali. Kalau hasilnya terus negatif, pasien dipulangkan.

Baca juga:  Kasus Video Mesum Pelajar Dilimpahkan ke Kejari

Sementara itu, pembuatan rumah sakit isolasi bagi pasien COVID-19 terus dikebut. Bupati menyebut setelah hari raya Nyepi pada 25 Maret nanti, Rumah Sakit Giri Emas Kecamatan Sawan akan mulai beroperasi sebagai rumah sakit isolasi.

Hanya, pengadaan baju Alat Pelindung Diri (APD) yang berstandar World Health Organination (WHO) sedikit terhambat. Karena stok terbatas dan harganya terus berubah.

Pengadaan APD akan dilakukan hati-hati dengan meminta pendampingan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Singaraja. “Persiapan ruang isolasi tidak ada masalah, cuma baju APD agak sulit dibeli. Harganya Rp 650 ribu sampai Rp 2 juta tiap stel dan kami minta didampingi dari kejaksaan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” jelas Bupati Buleleng. (Mudiarta/balipost)