Wisatawan membeli tiket penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk. (BP/olo)

GIANYAR, BALIPOST.com – Pelabuhan Gilimanuk di Kabupaten Jembrana merupakan salah satu pintu masuk Bali. Namun selama ini pelabuhan di Bali Barat itu cukup terabaikan terkait penyebaran corona.

Melihat kondisi ini Bupati Jembrana I Putu Artha SE MM mengharapkan bantuan pusat terkait alat dan SDM, untuk mengecek kondisi warga yang melewati pelabuhan tersebut. Bupati Artha mengatakan sampai saat ini pintu gerbang wilayah Bali Barat itu belum ada proses pemeriksaan terkait penyebaran COVID-19. “Selama ini belum sama sekali (pengecekan di pelabuhan-red), seolah kalau ada kegiatan di Bali, hanya saat masuk ke hotel melakukan seperti itu (pengecekan-red),” katanya usai melakukan persembahyangan di Pura Penataran Sasih Pejeng, Minggu (15/3).

Bupati Artha pun berharap agar Pelabuhan Gilimanuk di Kabupaten Jembrana diberikan thermo scanner untuk proses pemeriksaan awal, bagi warga yang masuk pulau Bali. Hal ini penting memutus penyebaran corona.

Baca juga:  Era Baru Setelah COVID-19

Pihaknya berharap ada proses pemeriksaan seperti di bandara. “Apalagi Bali ini merupakan daerah wisata, kita ingin paling tidak (Pelabuhan Gilimanuk-red) biar disamakan dengan yang namanya Bandara di Indonesia, ini perlu diberikan semacam perhatian khusus karena juga mendatangkan tamu masuk ke wilayah Bali,”  katanya.

Bupati Artha juga mengingatkan penyebaran COVID-19 tidak hanya dari warga negara asing (WNA), namun juga warga negara Indonesia WNI. Apalagi sudah ada sejumlah WNI yang positif. “Jangan dikira penyeberangan tradisional tidak bisa menyebarkan Corona ke Bali, maka itu perlu diberi perhatian, kami ingin bahwa masuk ke Bali lewat laut dan darat itu perlu diantisipasi kesehatannya,” katanya. (Manik Astajaya/balipost)