Wisatawan sedang melewati fasilitas scan passport di Bandara Ngurah Rai. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Travel agent dan guide mengaku sudah menerima cancelan order wisata ke Bali, dari beberapa warga asing. Alasannya, selain karena ada larangan dari negaranya, juga karena takut dengan virus Corona yang sudah menyebar ke beberapa negara.

Berdasarkan data Kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah Bali, dari 1 hingga 12 Maret 2020, Bali kedatangan 114.104 warga negara asing (WNA) dari 165 negara. Kebanyakan wisatawan mancanegara ini datang melalui Bandara Ngurah Rai yakni sebanyak 113.079 orang.

Humas Kementerian Hukum dan HAM Bali, Putu Surya Candra, Jumat (13/3), menjelaskan ada 1.025 WNA masuk Bali lewat laut, yakni melalui Pelabuhan Benoa. Masih dari data rekapitulasi kedatangan wisatawan, yang mendominasi masih dari Australia, yakni 29.883 orang, disusul Rusia sebanyak 6.789 orang dan India 6.421 orang.

Baca juga:  Selama Lebaran, Bandara Ngurah Rai Layani 1,3 Juta Penumpang Dengan 8131 Penerbangan

Warga Tiongkok dalam kurun waktu 12 hari tersebut masih lumayan banyak datang ke Bali. Jumlahnya mencapai 804 orang yang semuanya melalui jalur Bandara Ngurah Rai.

Sedangkan dari Hongkong nihil. Ada juga dari Jerman sebanyak 5.347 orang, Italia 766 orang dan Jepang sebanyak 5.871 orang.

Hingga 12 Maret pula, lanjut Surya Candra, sudah ada 114 WNA dari 38 negara yang ditolak masuk Bali. Dominan mereka berasal dari Rusia, Amerika dan Ukraina.

Sedangkan penerimaan pengajuan izin tinggal dengan keadaan terpaksa oleh imigrasi sebanyak 1.288 orang. (Miasa/balipost)