Seorang petani sedang merawat tanaman kacang panjang. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Wabah virus Corona (COVID-19) mempengaruhi sektor pertanian khususnya hortikultura. Pasalnya industri pariwisata sedang terpuruk sehingga mempengaruhi permintaan akan hortikultura.

Menurut Ketua Asosiasi Pelaku Usaha Hortikultura (Aspehorti) Bali Wayan Sugiarta, Senin (9/3), pembayaran pihak hotel ke suppliers hortikultura juga terlambat. Namun Sugiarta meyakini akan dibayar oleh pihak hotel. “Permintaan hotel terhadap hortikultura turun drastis, tinggal 30 persen. Jadi turunnya 70 persen,” katanya.

Produk pangan segar itu diambil dari Bedugul, Baturiti untuk sayuran. Sedangkan buah diambil dari pasar Batukandik.

Petani sekaligus supplier buah, Made Sianta menuturkan, dampak mewabahnya COVID-19 ini sangat besar. Penurunan permintaan buah dari hotel terutama manggis lebih dari 30 persen. Tak hanya itu, ekspor manggis ke Tiongkok juga mengalami penurunan.

Baca juga:  Kapolda akan Usut Sindikat Kaburnya Napi Asing LP Kerobokan

Akibat lesunya kunjungan wisman, ia juga mengalami keterlambatan pembayaran dari hotel sampai dua bulan. Biasanya pembayaran diterima satu bulan setelah barang diterima.

Pengiriman barang yang biasanya dilakukan dua hari sekali, saat ini hanya seminggu sekali bahkan lebih dari itu. Beruntung permintaan buah didongkrak Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) sehingga petani dikatakan tetap bergairah untuk menanam buah dan sayur. “Kalau tidak ada hari raya, jauh sekali menurun permintaan buah khususnya manggis,” ungkapnya. (Citta Maya/balipost)