Bangkai babi dibuang di selokan. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Tim Kesehatan Hewan Dinas Pertanian bersama Petugas BPBD Klungkung, pihak kepolisian, TNI, dan masyarakat, sudah mengevakuasi bangkai babi yang meresahkan warga di dekat Jembatan Bakas-Getakan, Kecamatan Banjarangkan, Kamis (5/3). Bangkai babi seberat sekitar Rp 200 kg itu, diangkat dengan susah payah dari selokan itu menggunakan batang bambu, sebelum dinaikkan ke kendaraan pick up.

Agar tidak menebar bau busuk, bangkai babi yang dibuang oknum warga itu, lantas dikubur di sekitar Desa Bakas. Kepala Dinas Pertanian Klungkung I.B. Juanida, mengatakan belum diketahui siapa oknum warga yang membuang bangkai babi ini.

Pihaknya segera melakukan tindakan cepat, agar bangkai babi ini tidak menimbulkan penyakit. Terlebih, di tengah isu virus ASF yang sudah menyerang banyak babi di Bali. Dia tidak ingin persoalan ini menimbulkan keresahan warga sekitar. “Bangkai babi ini tidak terjangkit virus ASF. Kami juga tegaskan di Klungkung belum ada temuan kasus babi mati mendadak karena serangan virus ASF itu,” kata Juanida.

Baca juga:  Dilanda Isu ASF, Harga Babi Turun hingga Rp 23 Ribu Sekilo

Pihaknya menghimbau kepada warga untuk segera melaporkan kepada petugas bila menemukan kasus babi mati mendadak. Ia juga mengingatkan agar tidak membuang bangkai babi sembarangan.

Ia mengaku akan segera turun mengecek kondisi ke bawah setelah menerima laporan, sehingga langkah antisipasi bisa segera dapat dilakukan untuk mencegah menyebarnya penyakit. “Kami menyayangkan ada oknum warga yang membuang bangkai babi sembarangan. Kami meminta cara seperti agar tidak diikuti warga lain,” tegasnya.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Klungkung Putu Widiada, sebanyak 12 personilnya bersama pihak terkait lainnya harus susah payah mengevakuasi bangkai babi itu. Dia meminta warga ikut mengawasi daerah sekitarnya.

Bila ada oknum warga yang terciduk, agar segera diamankan dan diberikan pemahaman bahwa cara itu bisa menimbulkan penyakit.

Wakil Bupati Klungkung Made Kasta juga sudah berkomunikasi dengan pihak kepolisian Polsek Banjarangkan, untuk mengejar siapa oknum warga yang sudah membuang bangkai babi sembarangan. (Bagiarta/balipost)