Putri Suastini Koster. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ketua TP PKK Provinsi, Bali Ny. Putri Suastini Koster, menerima kunjungan kerja (kunker) TP PKK Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di Gedung Kerta Sabha, Rumah Dinas Gubernur Bali, Rabu (4/3). Dalam kesempatan itu Putri Suastini Koster mengatakan kehadiran ibu-ibu TP PKK Provinsi Sulut mengibur dunia pariwisata di Pulau Dewata.

“Kita terlalu panik mendengar kata Corona. Semoga saja apapun yang terjadi, ada hikmahnya. Ini kita anggap ujian supaya kita lebih perhatian terhadap kesehatan, tentunya lebih guyub,’’ ujarnya.

Menurut Bunda Putri, sebutan akrab istri Gubernur Bali ini, kehadiran ibu-ibu PKK Sulut tentu membawa semangat baru bagi TP PKK Bali. Hal itu karena betapa pentingnya pergerakan PKK di tengah-tengah masyarakat. ‘’PKK, menurut istilah saya seperti sayap yang akan menerbangkan geliat kita dalam mengajak masyarakat bersama-sama mewujudkan program pemerintah daerah masing-masing dalam mengisi segala visi dan misi Bapak Gubernur maupun Bupati hingga kesejahteraan, kesehatan masyarakat, dan kejayaan negeri, kita jaga lewat pergerakan PKK,’’ katanya.

Dikatakan, ibu-ibu PKK jika di Bali bukan PKK namanya kalau tidak bergerak. Padahal PKK adalah pergerakan, sehingga harus bergerak. Lakukan harmonisasi bergeraknya, sinkronisasi bergeraknya, terintegrasi dengan segala pergerakan yang terkait dengan program-program pemerintah.

Disampaikan, 10 Program Pokok PKK tentu ada dalam program-program pemerintah, karena semuanya terkait. Seperti terkait dengan karakter budi pekerti anak bangsa, sikap hidup masyarakat, kesehatan, pendidikan, sandang, pangan, dan lain sebagainya. Hal ini semua pasti ada dalam program-program pemerintah yang bermuara pada  masyarakat. ’’Kalau kita tidak bergerak, diam, dan tidak menunjukkan eksistensi kita di masyarakat, terkadang PKK dipakai candaan. PKK diartikan Perempuan Kesana Kemari,” ucapnya.

Baca juga:  Penyair Mantra Bawakan "Sumpah Kumbakarna" di "Seni Vs Korupsi"

Sedangkan kalau dalam arti positif bahwa PKK kesana-kemari dari ujung utara Pulau Dewata sampai ujung selatan, dari ujung timur sampai ujung barat, itu berarti mendukung,  mendorong, dan mensosialisasikan segala program pemerintah.

Lanjut Bunda Putri, kini Gubernur Bali Wayan Koster gencar-gencarnya menangani sampah mulai dari hadirnya Pergub No.97 Tahun 2018 tentang pengurangan timbulan sampah plastik. Di Bali betul-betul dilarang tiga produk yang tidak boleh lagi dipakai karena tidak bisa hancur berabad-abad, padahal memproduksinya sekejap mata.

Produk itu adalah plastik, sedotan plastik, dan stearofoam. ‘’Kalau itu tertanam di bumi, nanti anak-cucu yang akan mewarisi bahayanya. Jadi kita tidak ingin meninggalkan hal seperti itu, berpuluh-puluh tahun tertanam setiap hari. Bagaimana bumi ini akan menangis karena kita tidak bisa memberikan kesuburan untuk kehidupan masyarakat seperti itu,’’ tambah Putri Koster.

Sedangkan Ketua TP PKK Provinsi Sulut, Rita Maya Dondokambey Tamuntuan, menyebutkan bahwa pihaknya ke Bali membawa seluruh pengurus tim penggerak PKK setempat. Menurut dia, setiap tahun di Sulut ada kegiatan keluar daerah pada awal tahun triwulan pertama. ‘’Untuk tahun ini kami menyelenggarakan di Provinsi Bali. Kalau dua tahun lalu kami di Malang (Jawa Timur) dan tahun lalu di Yogyakarta,’’ tegasnya.

Mereka juga memilih Provinsi Bali, karena UP2K dan Hatinya PKK di sini sangat baik dan PHBS. ‘’Kami akan mengunjungi Desa Sinduwati, Desa Besakih, dan Desa Wisata Penglipuran. Itu yang akan kami ambil contoh,’’ tandas Rita Maya Dondokambey Tamuntuan. (kmb/balipost)