Akibat hujan deras, banjir merendam ruas Jalan Singaraja-Gilimanuk hingga memicu kemacetan sekitar 2 jam, Selasa (3/3). (BP/ist)

SINGARAJA, BALI POST.com – Beberapa desa di wilayah Kabupaten Buleleng kembali dilanda hujan deras, Selasa (3/3). Akibatnya, terjadi banjir dan longsor.  Beruntung kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa.

Salah satu wilayah yang terkena musibah adalah Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak. Sekitar pukul 16.45 Wita, air dari hulu membawa material lumpur dan potongan kayu membuat jembatan dan gorong-gorong yang ada di desa tersebut tersumbat.

Air meluap sehingga ruas jalan Singaraja-Gilimanuk tergenang banjir. Tinggi air yang meluap ke badan jalan mencapai 50 centimeter yang membuat pengendara tidak berani melintas.

Perbekel Desa Pejarakan, Made Astawa, mengatakan, arus kendaraan macet hingga dua jam. Beruntung kemudian air surut dan lalu lintas kembali normal. Namun, pada titik banjir itu kendaraan harus melintas hati-hati karena licin akibat lumpur yang menutup aspal. Selain itu, pagar empat rumah warga roboh akibat diterjang luapan air.

Baca juga:  Keluarga Tertimbun Longsor, Nenek Selamat Karena "Mebanten"

Sementara bencana tanah longsor terjadi di Banjar Dinas Alasangker, Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, sekitar pukul 16.00 Wita. Tebing setinggi 5 meter longsor dan materialnnya menutupi badan jalan.

Personel TRC BPBD Buleleng yang menerima laporan itu bergegas membersihkan material longsor, dibantu warga sekitar. Setelah ditangani sekitar 2 jam, jalan di Desa Alasangker bisa dilalui oleh pengendara. (Mudiarta/balipost)