Gubernur Bali, Wayan Koster. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com –  Bali memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi, identitas budaya dan ketahanan pangan. Keunikan dan keragaman menjadi nilai lebih didukung dengan Bali yang memiliki brand tujuan wisata dunia. Penyelenggaraan Festival Kuliner Bali sangat strategis dan menjadi langkah awal memperkuat brand kuliner tradisional khas Bali.

Ini merupakan gagasan Ketua DPD PDI-P Bali yang juga Gubernur Bali Wayan Koster. Festival yang dilaksanakan serentak di seluruh Bali, Minggu (23/2) lalu, merupakan perwujudan keberpihakan pada potensi kearifan lokal Bali dan sejalan dengan ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’.

Menurut Ketua Indonesian Chef Association (ICA) Bali I Gede Putu Hendra Mahena, kuliner tradisional Bali tidak kalah dengan kuliner dari negara lain.  Namun yang perlu diperhatikan adalah higiene sanitasi dan penyajiannya (presentasi). Karena ketika menu tradisional Bali disajikan di industri pariwisata dengan sentuhan modern, turis asing sangat terkesan menyantapnya. ‘’Dengan presentasi itu, kita bisa promosikan di dunia internasional,’’ ujarnya, Senin (24/2) kemarin.

Baca juga:  50 Orang Terdeteksi Terlibat Gerakan Radikalisme

Setiap hotel di Bali baik bintang 3 maupun 5 wajib memasukkan kuliner tradisional Bali dalam list menunya. ‘’Bersama dengan pemerintah, kita (ICA) menganjurkan kepada seluruh anggota asosiasi untuk menampilkan signature dish-nya, kalau bisa Balinese food. Dijalankan atau tidak, nanti kita survei ke masing-masing hotel,’’ jelasnya.

Kuliner tradisional Bali identik dengan babi dan bumbu rempah-rempah. Melalui festival kuliner itu, secara tidak langsung juga menginformasikan bahwa daging babi aman dikonsumsi jika dimasak dengan benar. Selain olahan babi yang merupakan kuliner tradisional Bali, festival kuliner ini juga mengangkat kuliner tradisional Bali. Bali kaya dengan kuliner. Setiap kabupaten/kota di Bali memiliki kuliner yang diunggulkan.

Festival kuliner ini juga nantinya diharapkan dapat memantik potensi lokal suatu daerah untuk membangun wisata kuliner di masing-masing kabupaten untuk dijual ke wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara. (Citta Maya/balipost)