Akses jalan pelintasdi Dusun Butus, Desa Bhuana Giri, Bebandem, terputus akibat diterjang banjir. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Karangasem dan banjir bandang juga mengakibatkan akses pelintas di Dusun Butus, Desa Bhuana Giri, Bebandem, putus. Jika hujan lebat turun di Gunung Agung, badan jalan yang putus dipastikan makin lebar.

Informasi di lapangan, jalan pelintas itu rusak saat hari raya Galungan, Rabu (19/2). Jalan kemudian terputus akibat terjangan banjir bandang. Kondisi itu kembali membuat warga tak dapat melintasi jalur tersebut.

Kepala Dinas PUPR Karangasem I Nyoman Sutirtayasa dihubungi Kamis (20/2), tidak memungkiri setiap hujan lebat dan banjir jalan tersebut tidak bisa dilintasi karena rusak. Padahal pascaditerjang bajir sebelumnya, pihaknya bersama komponen masyarakat sudah melakukan pengurukan lubang menggunakan pasir dan koral agar jalan bisa dilintasi.

Baca juga:  Sehari Jelang Galungan, Umat Hindu Berburu Penjor

Menurutnya, proses pembangunan jembatan bakal digarap tahun ini dengan anggaran Rp 5 miliar. Saat ini masih dalam tahap tender. Bila sudah ada pemenang tender, pengerjaan jembatan segara dilakukan. ”Kami harapkan pembangunan jembatan sesuai jadwal, sehingga masyarakat tidak lagi ada rasa waswas melintas saat musim penghujan,” ujarnya. (Eka Parananda/balipost)