Suasana di Pantai Crystal Bay. (BP/gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Sejak era kepemimpinan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, wajah wilayah kepulauan Nusa Penida sudah jauh berubah. Dari semula sebuah pulau yang sepi, menjadi pulau yang dipenuhi wisatawan.

Sebagai antisipasi jangka panjang, Pemkab Klungkung sudah merencanakan pembangunan jalan lingkar untuk mendukung mobilitas kendaraan wisatawan sejak beberapa tahun lalu. Namun, hingga memasuki tahun 2020, rencana ini belum menunjukkan tanda-tanda akan terealisasi.

Padahal, kepulauan Nusa Penida sudah mengantongi banyak label daerah dan nasional. Sebut saja sebagai Kawasan Pedesaan Prioritas Nasional (KPPN).

Kemudian ada Kawasan pulau-pulau kecil yang merupakan Kawasan Strategis Tertentu (KST) khususnya di bidang pertahanan dan kedaulatan. Selain itu, juga sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), sebagai Kawasan Pulau Terluar, Kawasan Konservasi Perairan (KKP), kawasan Pusat Pembibitan Sapi Bali, dan Kawasan Wisata Pengembangan Energi Terbarukan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Pemukiman (PU-PRKP) Klungkung, A.A Gde Lesmana, belum lama ini, mengakui banyaknya label nasional itu, sejauh ini belum memperlihatkan dampak yang linier dengan progress dukungan pusat terhadap program ke-PU-an di Nusa Penida. Padahal, melihat Nusa Penida yang sudah berkembang sangat pesat berkat kerja keras pemerintah daerah, seharusnya sudah selayaknya pusat melihat itu sebagai progres yang harus segera didukung penuh.

Baca juga:  Teuku Riefky: Industri Pariwisata Makin Menjanjikan

“Kami terus melakukan lobi ke pusat. Status-status nasional itu adalah sesungguhnya menjadi bekal kami untuk menarik program pusat ke daerah. Salah satunya tentang rencana pembangunan jalan lingkar Nusa Penida,” kata Lesmana.

Pihaknya berharap jalan lingkar ini dapat terealisasi. Jangan sampai kondisi krodit lalu lintas setelah wisatawan ramai, justru memberi dampak negatif pada perekambangan pariwisata di Nusa Penida.

Nusa Penida ditarget memiliki jalan lingkar sepanjang 30 km pada 2021 untuk mendukung kegiatan pariwisata di wilayah ini. Jalan lingkar itu direncanakan memiliki lebar 20 meter, agar ke depan arus lalu lintas semakin lancar.

Sebab, saat ini rata-rata luas jalan di Nusa Penida tidak lebih dari 4 meter saja. Untuk merealisasikan jalan lingkar tersebut, selain melobi pemerintah pusat, pihaknya sudah melakukan survei terhadap tanah-tanah milik negara di sekitarnya, agar bisa dimanfaatkan sebagai alternatif jalan lingkar tersebut. (Bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.