TABANAN, BALIPOST.com – Serangkaian karya agung Pengurip Gumi di Pura Luhur Batukaru, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, Sabtu (11/1) menggelar upacara ngadegang Pememben Bagia Pula Kerti, di wewidangan Pura. Upacara ini dimaksudkan untuk melakukan doa kehadapan Ida Sang Hyang Widhi dalam rangka meyasa kerti, ngertiang jagad (menjaga keseimbangan Bumi) agar tetap seimbang dan teratur.

Dengan cara menghaturkan berbagai upakara yang berisikan seluruh unsur bumi. “Kita melaksanakan Yadnya ini Meyasa Kerti, Ngertiang Jagad agar bisa seimbang dan teratur sesuai dengan keinginan kita bersama,” jelas Ketua Panitia Karya Agung Pengurip Gumi, I Wayan Arya.

Pada kesempatan tersebut, diingatkan kepada seluruh umat Hindu Bali pada umumnya dan khususnya masyarakat Tabanan, memasang penjor pada masing-masing pintu ke luar rumah. Penjor mulai didirikan pada tanggal 15 Januari 2020 sampai dengan 2 April 2020, juga berlaku sebagai penjor Galungan dan Kuningan.

Baca juga:  Wisman Foto di Pelinggih Sudah Kesekian Kali, Harus Ada Langkah Antisipasi Kongkrit

Ia melanjutkan, masing-masing Pura, yakni Pura Luhur Batukau dan Jajar Kemirinya, Pura Luhur Tanah Lot dan Pura Pucak Kedaton, semua medaging (berisi) Pememben Bagia Pula Kerti Pengurip Gumi. “Letak Pememben Bagia Pula Kerti Pengurip Gumi ini di Pura Luhur Batukau dan Jajar Kemirinya, Pura Luhur Tanah Lot dan Pura Pucak Kedaton, semua diisi satu-satu,” lanjut Arya.

Ia pun menyimpulkan kegiatan ini bertujuan menanam keseimbangan dan karma baik melalui perbuatan dan pikiran melalui doa. “Singkatnya acara ini adalah menanam Kerti, menanam Karma Baik, dengan berbuat, berpikir dan disertai dengan doa untuk kesejahteraan Dunia secara keseluruhan,” imbuhnya. (Puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.