DENPASAR, BALIPOST.com – Untuk pertama kalinya, Pemprov Bali lewat Dinas Kebudayaan memberikan Penghargaan Seni Kerthi Bhuwana Sandhi Nugraha untuk sanggar/komunitas/yayasan seni di Bali. Tahun ini tercatat ada 40 penerima penghargaan dari 9 kabupaten/kota atas prestasi, dedikasi, dan kontribusinya dalam bidang penguatan dan pemajuan kebudayaan Bali.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Kepala Dinas Kebudayaan Bali I Wayan “Kun” Adnyana dan Pimpinan Kelompok Media Bali Post, Satria Naradha di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (20/12) malam.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dr. I Wayan “Kun” Adnyana mengatakan, ke-40 sanggar/komunitas/yayasan seni menerima piagam penghargaan dan uang tunai masing-masing Rp 50 juta. Yakni, Yayasan Suar Agung, Bali Experimental Teater, Sanggar Tari Bali Satya Laksana, Teater Selem Putih, Sanggar Seni Shanti Budaya Traditional Art Studio and Costume, Sanggar Seni Lukis Kaca Nagasepaha, Teater Jineng SMAN 1 Tabanan, Sanggar Tari Ayu, Sanggar Seni Saraswati Sadhana, Sanggar Kepucuk, Sanggar Seni Kecupu Mas, Komunitas Laboratorium Study Teater, Yayasan Penggak Men Mersi, Yayasan Bumi Bajra Sandhi, Sanggar Teater Bumi Bali, Sanggar Kukuruyuk, Sanggar Rareangon Sejati, Pramusti Bali, Sanggar Teater Agustus, Sanggar Lukis Jepun Putih, Sanggar Tari Bali Warini, Bentara Budaya Bali, Komunitas Teratai, Yayasan Basa Bali Wiki, Sanggar Teater Mini, Sanggar Seni Pancer Langiit, Komunitas Seni dan Budaya Tugek Carangsari, Sanggar Geoks, Yayasan Arma (Sanggar Arma Kumara Sari), Sanggar Seni Saba Sari, Yayasan Anak Tangguh, Sanggar Balerung Mandera Srinertya Waditera, Sanggar Paripurna, Perkumpulan Pelukis Baturulangun, Sanggar Lokananta, Komunitas Budaya Sanggar Seni Kayon, Sanggar Lukis Klasik Wasundari, Perkumpulan Sanggar Seni Kayonan, LKP Sanggar Seni Miniarthi’s, dan Sanggar Seni Citta Wistara.

Baca juga:  Sejak Senin, Tejakula dan Bondalem Dilanda Gempa Beruntun

Sebelum menetapkan daftar penerima penghargaan, lanjut Kun, pihaknya melakukan seleksi dan verifikasi melibatkan tim seleksi. Tim terdiri dari Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.Skar.,M.Hum, Budayawan Prof. Dr. I Made Bandem, MA., Akademisi FIB Unud Drs. Gede Nala Antara, M.Hum., Penulis Budaya dan aktivis anti korupsi Ir. Putu Wirata Dwikora, SH., dan Jurnalis Budaya sekaligus Ketua PWI Bali Drs. IGMB Dwikora Putra.

“Pemberian penghargaan ini selaras dengan visi misi gubernur Bali yang tercantum dalam RPJMD Provinsi Bali 2018-2023 lewat Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” ujarnya.

Kun menambahkan, visi misi tersebut dalam bidang seni dan budaya diwujudkan dalam bentuk upaya menjaga kelestarian dan pengembangan karya-karya berbasis budaya tinggi warisan apra leluhur. Seperti tari, tetabuhan, lukisan, patung, arsitek dan kerajinan rakyat yang bersumber dari nilai kearifan lokal.

Tradisi, seni dan budaya dijadikan sebagai tatacara kehidupan Krama Bali terkait upaya pemajuan kebudayaan Bali secafa berkelanjutan. Adanya penghargaan ini diharapkan mampu menggelorakan semangat beraktivitas para pimpinan sanggar/komunitas/yayasan seni untuk terus menggali, melestarikan, membina, dan mengembangkan seni budaya Bali yang adiluhung, serta penciptaan karya-karya seni yang pada akhirnya memberi dampak terhadap kesejahteraan masyarakat. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.