Ilustrasi. (BP/dok)

BANGLI, BALIPOST.com – Naas dialami Ni Wayan Supat. Warga asal Desa Sulahan ini tewas akibat tersetrum.

Kejadian berawal Sabtu (14/12) sekitar pukul 14.15 Wita saat hujan lebat disertai angin kencang. Supat beserta 3 orang temannya, salah satunya saksi I Komang Adi yang bekerja membuat proyek jalan setapak, berteduh di salah satu gudang. Selang 15 menit kemudian, terjadi pohon tumbang di seputaran tempat mereka berteduh.

Korban dan saksi langsung pergi meninggalkan gudang untuk mencari tempat yang lebih aman. Tiga teman korban berlari mendahului mencari tempat yang lebih aman.

Ketika korban hendak mengikuti 3 temannya, korban terpeleset dan tidak sengaja memegang salah satu kabel lampu penerangan jalan (LPJ) yang posisinya agak rendah karena tertimpa dahan pohon. Seketika itu juga korban tersengat arus listrik serta mengalami kejang kurang lebih hingga 5 menit.

Baca juga:  Seminggu Lebih, Traffic Light dan LPJ di Simpang Saba Padam

Korban tidak sadarkan diri. Melihat hal tersebut teman korban, termasuk saksi tidak berani membantu dan mendekati korban.

Mengingat pada saat itu hujan lebat dan pepohonan yang bersentuhan dengan dahan pohon masih dialiri arus listrik. Para saksi kemudian memanggil warga sekitar dan menghubungi pihak kepolisian.

Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi membenarkan peristiwa itu. “Setelah dilakukan olah TKP serta berdasarkan keterangan saksi-saksi dan dari hasil pemeriksaan team medis, korban diduga meninggal dunia akibat kecelakaan tersengat arus listrik,” kata Sulhadi. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.