Tamba mendaftar secara resmi ke Golkar untuk menjadi bakal calon Bupati Jembrana. (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Jembrana 2020 dipastikan akan ada persaingan. Setelah terbentuk koalisi tujuh partai politik (parpol) yang melawan PDI Perjuangan, beberapa tokoh juga memastikan untuk maju menjadi calon kepala daerah melalui koalisi “Jembrana Maju” besutan Golkar itu.

Dari tujuh parpol koalisi, satu di antaranya yakni Partai Golkar Jembrana telah membuka pendaftaran calon kepala daerah. Selama masa pendaftaran hingga Rabu (11/12) sudah ada sembilan orang mengambil formulir di partai Beringin ini.

Bahkan salah satu bakal calon, I Nengah Tamba dari Partai Demokrat, sudah mendaftar secara resmi. Kedatangan mantan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali ini didampingi puluhan pendukung, baik kader Partai Demokrat dan simpatisan Jembrana Kembali Jaya (JKJ).

Berkas pendaftaran yang diterima Ketua Panitia Seleksi Golkar, Nyoman Birawan dinyatakan lengkap dan Tamba memastikan mendaftar sebagai Bakal Calon Bupati. “Kami mendaftar atas dorongan dari masyarakat yang ingin perubahan. Dan melalui Golkar, pada kesempatan yang pas ini, kami resmi mendaftar mengikuti mekanisme di Golkar. Tidak ada gengsi, visi kami sama yakni perubahan,” terang Tamba.

Kendati dari Partai Demokrat dan mendaftar ke Partai Golkar, Tamba mengaku tidak gengsi dan koalisi ini terus tetap jalan. Menurutnya koalisi tujuh parpol di Jembrana yakni Golkar, Gerindra, Demokrat, PPP, Nasdem, Perindo dan PKS merupakan modal kuat dan memiliki visi yang sama mengusung perubahan.

Baca juga:  Bergerak Mencari Pemimpin Partai Politik

Dengan maju sebagai calon bupati yang diusung koalisi tujuh parpol, skenario pada Pilkada 2020 mendatang adalah head to head. Dan koalisi tujuh parpol ini merupakan modal kuat untuk menghadapi kekuatan PDIP dalam Pilkada nanti.

Sementara itu, Nyoman Birawan, mengatakan pengambilan formulir bagi calon Bupati maupun calon Wakil Bupati sudah ditutup. Pansel menurutnya memperpanjang waktu pendaftaran hingga 24 Desember mendatang.

Tercatat sudah ada 9 orang yang mengambil formulir. Tiga di antaranya merupakan kader DPD Golkar Jembrana yakni I Made Suardana, I Ketut Widastra dan I Wayan Suardika. Sisanya dari luar kader, termasuk I Nengah Tamba.

Menurutnya, baru I Nengah Tamba yang sudah mengembalikan formulir dan mendaftar secara resmi melalui Golkar. Sejumlah nama nonkader lainnya yang telah mengambil formulir di antaranya, H Nasrun, Komang Adiyasa, I Nengah Nurlaba serta I Gede Budi Santoso.

Dari kalangan nonpolitisi juga ada satu nama, yakni I Made Prihenjagat, yang merupakan polisi berpangkat kompol, dari pendukungnya mengambil formulir. “Sementara baru pak Tamba ini yang sudah mendaftar, nanti semua yang mendaftar akan disurvei dari DPD Partai Golkar Bali guna menentukan nama yang akan diusung dari Partai Golkar. Kami berharap rekomendasi turun sekitar bulan Maret. Termasuk dari parpol koalisi,” terang Birawan. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.