Direktur Utama BPD Bali, Sudharma. (BP/may)

DENPASAR, BALIPOST.com – Setelah berkolaborasi dengan LPD melalui program E-Link LPD–BPD Bali, kini Bank BPD Bali bersinergi dengan BPR yang ada di Bali melalui program Apex BPR. Ini merupakan komitmen Bank BPD Bali membangun perekonomian Bali, khususnya dunia usaha.

“Nantinya akan bersinergi dan berkolaborasi, semua pemangku kepentingan ekonomi di Bali, kita rangkul sehingga uangnya bisa berputar di Bali dan menjadi kekuatan ekonomi Bali,” ujar I Nyoman Sudharma, Direktur Utama Bank BPD Bali, Selasa (8/10).

Dengan kekuatan sinergi yang dimiliki, Bank BPD Bali akan mampu memacu pertumbuhan kreditnya yang berujung pada bergeraknya dunia usaha. Hingga September 2019, Bank BPD Bali mampu menumbuhkan kredit 11 persen dengan total penyaluran Rp 18,2 triliun.

Pertumbuhan kredit tersebut tidak terlepas dari upaya Bank BPD Bali merespons penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia. Sejak Maret 2019, Bank BPD Bali telah menurunkan suku bunganya menjadi 11–13 persen, yang sebelumnya 13–14 persen.

Penurunan suku bunga dilakukan secara bertahap. Dengan adanya penurunan suku bunga ini, diakui pertumbuhan kredit Bank BPD Bali meningkat sejak April.

Baca juga:  Deteksi Dini, Sinergi Polri-TNI Diperkuat

Namun dengan adanya penurunan suku bunga dikatakan akan mendorong intermediasi perbankan lebih tinggi dalam bentuk kredit. Hingga September 2019, ia juga mampu membukukan laba Rp 496 miliar.

Ia menargetkan hingga akhir tahun 2019 laba yang ingin dicapai yaitu Rp 541 miliar. Saat ini, porsi penyaluran kredit Bank BPD Bali lebih banyak ke kredit consumer yaitu 57 persen dan kredit produktif 43 persen.

Sudharma mengatakan, kredit consumer tidak akan ditinggalkannya karena merupakan buffer bisnis Bank BPD Bali. “Itu (kredit consumer) tidak boleh saya tinggalkan, buffer bagi saya, bank lain saja nyari–nyari,” ujarnya.

Meski penyaluran kredit bertumbuh, Bank BPD Bali tetap mampu menjaga kualitas kreditnya. NPL Bank BPD Bali mampu ia turunkan dari 3 persen menjadi di bawah 3 persen. Hanya saja ia tidak menyebutkan angkanya. Ia menargetkan 2019 secara total NPL mampu ditekan menjadi 2,5 persen. (Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.