dana
Ilustrasi anak-anak. (BP/dok)

Oleh Kurniawan Adi Santoso

Rumah sakit khususnya milik pemerintah yang ramah anak masih jarang. Di beberapa daerah fasilitas di rumah sakit yang layak anak masih jauh dari harapan. Padahal, optimalisasi pelayanan dan fasilitas kesehatan anak merupakan bukti komitmen memuliakan generasi penerus bangsa. Sudah seharusnya ini jadi PR pemerintah.

Beberapa rumah sakit yang sempat saya kunjungi karena keponakan saya yang masih balita harus rawat inap untuk penyembuhan sakit hepatitis, desain ruangannya belum mencerminkan ruangan untuk anak. Padahal, ini ruangan khusus anak. Apa mungkin karena ini dihuni oleh pasien BPJS yang notabene kelas menengah ke bawah sehingga desain ruangannya seadanya? Entahlah.

Ruangan yang ditempati pasien anak didesain seperti ruangan pasien dewasa. Dinding dengan cat hijau tanpa hiasan, plafon, tempat tidur dan seprainya putih. Warna yang cenderung monoton membuat suasana kurang menarik bagi pasien anak. Kondisi suhu ruangan juga tak diperhatikan. Suhu ruangan melewati batas nyaman (16-27°C) membuat badan keluar keringat. Ketidaknyamanan ini mengakibatkan pasien jadi rewel, menangis, dan anak sulit tidur.

Sedangkan pada kamar mandi, tembok bercat putih dilengkapi kloset, shower (pancuran air), keran, dan bak kecil. Kondisi desain yang sederhana ini dikeluhkan orangtua di ruangan ini. Anak-anak balita jadi malas buang air kecil di situ. Mereka pakai pampers seperti juga keponakan saya.

Hal ini semestinya mendapat perhatian dari pihak rumah sakit dan pemerintah. Selain pelayanan yang optimal, seharusnya desain fisik rumah sakit penting diperhatikan guna mendukung proses penyembuhan pasien. Apalagi sudah diamanatkan di UU. No 44 tentang Rumah Sakit pasal 29 ayat 1 (i), bahwasannya rumah sakit berkewajiban menyediakan sarana dan prasarana umum yang layak antara lain sarana ibadah, parkir, ruang tunggu, sarana untuk orang cacat, wanita menyusui, anak-anak, lanjut usia.

Ruang rawat inap anak sudah selayaknya dibuat sesuai karakter tumbuh kembang anak. Ruangan yang kekanak-kanakan akan memberikan kenyamanan dan sumbangan proses kesembuhan pasien anak. Penelitian yang dilakukan CABE (Commission for Architecture and Built Environment) pada Agustus 2003 di London menyatakan, desain yang baik dari rumah sakit dan lingkungannya berdampak langsung terhadap kecepatan kesembuhan pasien (Haripradianto, 2009).

Ruang rawat inap anak di rumah sakit umum milik pemerintah sudah seharusnya didesain bersifat kekanak-kanakan. Ruangan dibuat sedemikian rupa sesuai karakter tumbuh kembang anak layaknya ruangan tempat bermain. Anak-anak cenderung lebih nyaman dengan lingkungan yang hampir sama dengan tempat mereka bermain. Ini bisa memberikan keberanian dan membangkitkan imajinasi anak selama berada di ruangan. Sehingga anak-anak memiliki keberanian untuk dapat melawan rasa sakit yang dialami oleh anak-anak selama berada dalam fasilitas kesehatan ini.

Penerapan desain tersebut, misalnya dinding dihiasi dengan gambar kartun, hewan, atau bunga-bunga yang indah. Cat dinding pun dipilihkan warna beragam.

Baca juga:  Rasio Tempat Tidur RS di Tabanan Ideal, Pasien Tetap Numplek di BRSU

Penggunaan warna yang beragam ditujukan untuk menstimulasi anak agar percaya diri, aktif, dan tidak takut saat dilakukan pemeriksaan. Seperti mengombinasikan warna hijau, biru, dan oranye. Ketiga warna ini termasuk warna healing (penyembuhan) yang dapat menenangkan pasien serta memberikan dampak psikologis yang baik.

Tempat tidur atau seprai bermotif tokoh kartun, tokoh game, gambar boneka, bunga, hewan, dan lain sebagainya. Ini membuat si anak yang dirawat di ruangan tersebut merasa nyaman dan senang. Kenyamanan di ruang rawat inap akan membuat si sakit menikmati hari-harinya dengan ceria dan fun. Kebahagiaan si anak selama sakit berpengaruh terhadap kesembuhannya. Sehingga, ruangan yang bersifat kekanak-kanakan tersebut sesungguhnya bisa mendorong kecepatan proses penyembuhan.

Lalu, di kamar mandi diciptakan kesan yang semangat dan gembira. Sisi-sisi tertentu kamar mandi, seperti wastafel dan kloset dipasangi keramik dengan motif ceria bertema kebun binatang dan peternakan yang merupakan tema favorit anak-anak. Tentu akan membuat anak tidak ogah-ogahan (malas) melakukan aktivitas seperti cuci tangan atau muka, mandi, buang air kecil ataupun air besar.

Tak lupa juga, desain tamannya dibuat dengan maksud dapat meningkatkan interaksi pasien dengan alam. Taman ditumbuhi tanaman hijau, bunga, dan elemen air.

Elemen air seperti air mancur juga memberikan ketenangan dari suara gemericik air yang ditimbulkan. Menciptakan sensory garden interaktif dapat menurunkan tekanan darah, memberikan kontribusi bagi keadaan emosi yang positif, menurunkan kadar stres, dan meningkatkan energi.

Taman dilengkapi dengan wahana permainan anak. Penyediaan area bermain akan membantu pasien anak untuk mengasimilasi dan menyerap situasi rumah sakit menjadi pengalaman yang lebih mudah diterima secara positif. Selain untuk memenuhi kebutuhan bermain anak, juga sebagai wahana berinteraksi dengan teman-teman di sana agar tidak jenuh di ruangan.

Jenis permainan yang disediakan hendaknya merupakan media terapi anak yang menjalani perawatan. Permainan yang santai, tidak menguras tenaga, dan aman. Seperti permainan kreatif (puzzle, menyusun balok), permainan imajinasi (boneka, mobil-mobilan, menggambar dan mewarnai), permainan motorik (ayunan, prosotan, dan kursi goyang bentuk hewan).

Tentunya, hal-hal di atas sudah dipahami dengan baik oleh pihak rumah sakit dan pemerintah. Tinggal keasadaran pihak terkait untuk mau berbenah, memberikan desain ruangan yang mencerminkan usia anak. Dengan begitu, harapannya bisa membantu anak-anak yang sakit segera sembuh dengan cepat.

Akhir kata, rumah sakit yang memberikan pelayanan dan fasilitas kesehatan yang ramah anak. Ini berarti menjamin berlangsungnya hak kesehatan generasi penerus bangsa. Terlebih anak-anak yang dirawat di ruangan rawat inap tersebut merupakan generasi emas 2045.

Penulis adalah guru SDN Sidorejo, Kabupaten Sidoarjo, Jatim

1 KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.