Suasana Festival Kelapa Internasional dan Festival Subak. (BP/istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Pelaksanaan Festival Kelapa International serta Festival Subak yang dilaksanakan di Taman Soekesada Ujung sedikit ternoda. Penyebabnya, oknum petugas masih melakukan punggutan bagi para pengunjung yang datang.

Pengunjung Agus Ani mengatakan, mendapatkan informasi bahwa para pengunjung yang hendak masuk untuk melihat kegiatan tersebut tidak dipunggut tiket masuk alias digratiskan. Tapi, kenyataannya, ia diminta membayar tiket masuk sebesar Rp 15 ribu. “Saya sempat ragu membayarnya. Karena sebelumya diwacanakan gratis. Setelah ditanya, petugas bilang yang gratis untuk pengunjung ber-KTP Karangasem saja,” ucapnya.

Ani mengakui, pihaknya sejatinya tidak mempermasalahkan bila dipunggut tiket masuk. Hanya saja, informasi yang diterima tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.

Baca juga:  Di Gianyar, 24 Desa Adat Kelola Objek Wisata

Bahkan dirinya sedikit curiga, setelah kembali pulang malah tidak ada petugas di loket tiket. “Sedikit kecewa dengan kondisi ini,” katanya.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian I Wayan Supandi, telah berkoordinasi dengan pihak pengelola untu mengratiskan tiket masuk selama festival berlangsung. Supandi mengakui, kalau pengelola tetap melakukan pemunggutan terhadap tamu domestik maupun mancanegara yang memang melakukan kunjungan ke sana. “Tiket masuk gratis. Tapi, pengunjung yang tidak ada kegiatan dengan Festival Subak tetap dipunggut,” tegasnya.

Disinggung tiket gratis hanya khusus untuk pengujung ber-KTP Karangasem, Supandi membantah hal tersebut. “Tidak ada kesepakatan seperti itu,” katanya. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.