Penanggungjawab salah satu perusahaan bursa saham di Tiongkok, Li Jin (kanan), saat mengecek kesiapan tempat di Bali. (BP/edi)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Bali tidak hanya menjadi tujuan berlibur wisatawan Tiongkok. Pulau Dewata juga menjadi destinasi MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) bagi perusahaan-perusahaan Cina. Oktober mendatang sebanyak 1.000 orang dari perusahaan bursa saham Tiongkok akan melakukan pertemuan di Bali selama 5-7 hari.

Menurut Li Jin selaku penanggung jawab salah satu perusahaan bursa saham di Cina, dipilihnya Bali sebagai lokasi pertemuan karena infrastrukturnya sangat memadai dan cuaca yang mendukung. Pada Oktober adalah musim gugur di Tiongkok dengan cuaca yang cenderung dingin dan berkabut. “Kami merencanakan program pelatihan internasional terkait produk bursa saham di salah satu hotel di Nusa Dua, Badung. Peserta 1.000 orang dari Tiongkok yang merupakan member perusahaan,” ucapnya di Kuta, Senin (2/9).

Dijelaskannya, selama di Bali, peserta pelatihan dari bursa saham tersebut akan diajak berkunjung ke beberapa destinasi favorit. Di antaranya Tanah Lot, Tanjung Benoa (Water Sport), Lembongan, Uluwatu, dan Ubud. “Kegiatan meeting atau pelatihan hanya sehari, sisanya berkunjung ke objek-objek wisata,” pungkasnya.

Baca juga:  Guide Asal Cina Diamankan Bawa Narkoba

Program seperti ini ke depannya akan dilakukan setiap tahun dengan kuota peserta 1.000 orang sekali datang. “Setiap tahun direncanakan pesertanya berbeda-beda. Selama saya inspeksi lokasi, Bali memiliki pemandangan yang sangat indah dan cuaca bagus,” ungkapnya.

Rohana, selaku Owner Bali Shanti Tour yang akan menangani kedatangan turis dari Tiongkok mengaku telah menyiapkan berbagai permintaan yang diperlukan ketika berada di Bali. “Kami menerima berbagai permintaan seperti objek wisata yang akan dikunjungi, makanan dan hotel tempat menginap. Seribu orang ini akan datang dengan charter flight,” jelasnya.

Untuk menyambut kedatangan peserta, pihaknya telah menyediakan 30 orang guide berbahasa Mandarin dan ratusan tenaga untuk mebantu kelancaran. “Kami menyiapkan sekitar 100 orang yang akan menangani kehadiran mereka di Bali,” tambahnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.