BANGLI, BALIPOST.com – Keberadaan keramba jaring apung (KJA) selama ini disebut-sebut menjadi salah satu penyumbang pencemaran di Danau Batur, Kintamani. Pencemaran terjadi akibat dari banyaknya sisa pakan ikan yang jatuh dan menumpuk di dasar danau.

Guna menekan pencemaran, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli telah merancang pembuatan denplot KJA ramah lingkungan dengan menggunakan jaring berlapis. Sekretaris Dinas PKP Kabupaten Bangli Wayan Sarma dikonfirmasi Jumat (23/8) tak menampik bahwa keberadaan KJA selama ini ditenggarai menjadi penyumbang pencemaran Danau Batur.

Namun menurutnya, jika dibandingkan dengan limbah domestik dari rumah tangga, pencemaran yang disumbang dari KJA cukup kecil. Untuk menekan pencemaran semakin parah, pada tahun ini pihaknya telah merancang pembuatan denplot KJA ramah lingkungan.

Pembuatan denplot KJA dianggarkan Rp 150 juta. Tujuan pembuatan denplot sebagai KJA percontohan yang nantinya bisa ditiru dan diterapkan oleh seluruh pembudidaya ikan di Danau Batur.

Baca juga:  Dampak Penghentian Angkutan Sampah Pinggir Jalan, Sampah Menumpuk di TPS

Sesuai rancangan, jelas Sarma, KJA ramah lingkungan dibuat dengan jaring berlapis. Pemasangan jaring berlapis bertujuan untuk meminimalisir pakan yang jatuh ke dasar danau.

Selain itu, KJA ramah lingkungan juga akan dilengkapi dengan tanaman aquatik. “Kalau KJA yang ada sekarang kan belum ada tanamannya,” ujarnya.

Sarma mengatakan sesuai hasil kajian yang dilakukan bersama Fakultas Perikanan Unud, dari total luas danau keseluruhan yang mencapai 1.065 hektare, daya tampung KJA di Danau Batur hanya satu persen. Daya tampung bisa ditambah satu persen lagi, jika nantinya semua pembudidaya ikan di Danau Batur sudah bisa menerapkan KJA ramah lingkungan. “Untuk saat ini jumlah KJA yang ada keseluruhannya masih dibawah satu persen,” kata Sarma.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas PKP Bangli total jumlah KJA di Danau Batur per tahun 2018 sebanyak 9327 plong. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.