Lakalantas yang menewaskan 1 WNA terjadi di jalur Gitgit. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Jalur Singaraja – Bedugul yang masuk daerah rawan kecelakaan lalulitas (lakalantas), kembali merengut korban jiwa. Seorang warga negara asing (WNA) Martin (51) tewas setelah mengalami lakalantas di jalan Singaraja – Begudul Km 13.00 wilayah Dusun Pereranan Bunut Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada.

Korban menderita luka parah setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak truk pengangkut material, Senin (12/8) sekitar pukul 16.30 Wita. Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK mengatakan, sebelum kejadian korban mengendarai sepeda motor DK 5594 EW datang dari arah Singaraja menuju Denpasar.

Korban membonceng rekannya sesama WNA, Irena (46). Saat menyusuri jalanan penuh tikungan dan tanjakan, korban tidak sengaja mengambil haluan terlalu ke kanan.

Saat bersamaan dari arah berlawanan datang truk pengangkut material DK 9517 UN dikemudikan Putu Sawitra (42) asal dari Desa Patas, Kecamatan Gerokgak. Karena situasi panik, pengemudi truk tidak bisa mengendalikan kendaraan, sehingga bertabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai korban.

Baca juga:  Dilindas Truk Tronton, Tirta Utami Tewas

Akibat benturan keras, kedua WNA itu terjatuh dan sepeda motornya tergencet di bawah truk. Melihat kejadian itu, warga kemudian berusaha mengevekuasi keduanya.

Martin dan Irena mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Buleleng. Saat menjalani perawatan, Martin dinyatakan meninggal dunia.

Beruntung, rekannya selamat dengan luka ringan di beberapa bagian tubuhnya. “Jadi benar kami menangani kasus lakalantas antara sepeda motor dengan truk. Satu WNA tewas dan satu lagi luka ringan. Kasusnya maish kita kembangkan lebih lanjut,” katanya.

Menurut Landung, dari pemeriksaan sementara menyebutkan, kasus lakalantas ini terjadi karena kurang hati-hatinya WNA yang mengendarai sepeda motor. Pasalnya, saat melintas di TKP dan memasuki tikungan tajam nekat mengambil haluan terlalu ke kanan. “Keterangan saksi dan pemeriksaan anggota di lapangan sepertinya ini karena perilaku WNA itu. Untuk sementara anggota dari unit lantas masih melakukan penyelidikan untuk mencari penyebab lain kejadian ini,” jelasnya. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.