tanaman
Tanaman jeruk. (BP/dok)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Sempat punah karena diserang Virus Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD), jeruk keprok asli Tejakula, Kecamatan Tejakula mulai dibudidayakan petani di Buleleng. Hasilnya, tanaman berbuah optimal.

Salah satu areal budidaya jeruk keprok asli Tejakula milik Putu Oka Sastra seluas hampir 50 are. Areal ini terletak di Banjar Dinas Delod Margi, Desa Sari Mekar, Kecamatan Buleleng.

Pemilik kebun Oka Sastra mengatakan, panen perdana jeruk setelah tanaman berumur 5 tahun. Jeruk asli tejakula sempat punah karena penyakit CVPD. Penyakit ganas ini menyerang pembuluh tapis pada tumbuhan yang masuk anggota varietas jeruk-jerukan (Citrus).

Setelah lama menghilang, dirinya kemudian mencoba membuddiayakan jeruk dari Buleleng Timur tersebut. Di atas lahan miliknya itu, dia menanam bibit lebih dari 100 pohon Jeruk Keprok.

Budidaya itu berhasil berkat teknik budidaya sehat. “Saya tidak mau kembali ke pola budidaya petani lama dengan membuahkan jeruk dengan cara membongkar tanah hingga bagian akar sampai ke tajuk daunnya terlihat. Saya menerapkan budidaya sehat seperti memberikan pupuk supaya subur, pengendali hama terpadu, dan tidak menggunakan kimia sama sekali,” katanya.

Baca juga:  Hasil Panen Jahe Gajah Diperkirakan Menurun

Menurut Oka Sastra, Jeruk Keprok memiliki tekstur padat dengan perpaduan rasa asam dan manis yang segar. Jeruk Keprok siap dipanen setelah berumur enam bulan dari masa berbunga.

Jeruk Keprok yang dipanen umumnya mempunyai tingkat kematangan 80 persen. Untuk panen, dirinya menerapkan cara khusus yaitu memotong jeruk dengan menyisakan tangkainya sehingga jeruk tidak mudah layu dan potongan itu muncul tunas baru. “Dengan teknik budidaya sehat Jeruk Keprok asli dari Buleleng bisa berhasil dan mudah-mudahan ini bisa mengimbas pada petani lain melakukan hal serupa,” jelasnya. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.