Revitalisasi Pasar Banyuasri, Buleleng, mulai ditenderkan. (BP/mud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Buleleng mulai menenderkan proyek revitalisasi Pasar Banyuasri, Kecamatan Buleleng. Tahapan ini diawali tender manajemen konstruksi. Setelah itu, Dinas PUPR kembali melakukan tahapan tender konstruksi pasar terbesar kedua di Bali Utara tersebut.

Kepala Dinas PUPR Buleleng Ketut Suparta Wijaya, Jumat (21/6), mengatakan, sesuai perencanaan pengerjaan konstruksi pasar sebenarnya dilakukan selama 18 bulan mulai tahun ini hingga 2020 mendatang. Akan tetapi perencanaan berubah karena pelaksanaan manajemen konstruksi gagal tender. Bukannya tidak ada rekanan yang menawar, namun pada berkas dokumen lelang yang dikaji oleh Kelompok Kerja (Pokja) Bagian Layanan Pengadaan (BLP) ditemukan kesalahan teknis.

BLP kemudian mengembalikan dokumen itu untuk disempurnakan. Saat ini, penyempurnaan sudah dituntaskan. Dokumen lelang hasil penyempurnaan telah distor untuk ditenderkan ulang. Dalam proyek ini dilakukan tender manajemen konstruksi karena tergolong besar. Ini dibuktikan dari anggaran proyek yang mencapai Rp 110 miliar dengan skema anggaran tahun zaman atau multi year contract.

Baca juga:  Relokasi Korban Bencana Alam di Kintamani Tak Jelas

“Awalnya kami punya waktu 18 bulan. Tapi waktu itu sudah terpotong dua bulan sehingga waktu pengerjaan tinggal 16 bulan. Ini karena tender manajemen konstruksi kami gagal. Sekarang tahap lelang kedua, mudah-mudahan lancar sehingga bisa kami susul untuk tenderkan konstruksinya,” jelas Suparta Wijaya.

Meskipun perencanaan proyek mundur dua bulan karena masalah tender, pihaknya tetap optimis dalam 16 bulan terhitung mulai tahun ini hingga 2020 pengerjaan konstruksi proyek ini dapat diselesaikan. Optimisme itu karena dalam perencanaan, batasan waktu selama 18 bulan itu sudah termasuk untuk mengantisipasi terjadinya keterlambatan pelaksanaan.

Terkait persiapan menjelang pelaksanaan konstruksi, ia menyambut baik pedagang yang sekarang menempati los, kios dan rumah ruko (ruko) Pasar Banyuasri direlokasi lebih awal. Pasar yang mulai kosong Juli 2019 akan memudahkan rekanan yang memenangkan tender konstruksi pasar dalam memulai pekerjaannya. ”Mudah-mudahan tidak ada halangan sehingga Agustus 2019 pemenang lelang bisa diumumkan, dan pelaksanaan konstruksinya mulai berjalan,” tegasnya. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.