Tim e-Sports SMAN 1 Negara meraih juara dua dalam kompetisi tingkat nasional. (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – E-sports kini makin digandrungi generasi milenial. Melihat potensi ini, SMAN 1 Negara pun membentuk tim e-Sports untuk bertanding dalam turnamen yang kini marak digelar.

Keseriusan membuat tim yang digagad Kepala SMAN 1 Negara, I Putu Prapta Arya ini berbuah manis. Tim dari SMAN 1 Negara berhasil menorehkan prestasi juara 2 dalam turnamen e-Sports antar SMA/SMK se-Indonesia bertajuk JD.ID High School League.

Dari keterampilan bermain gim “Mobile Legend,” lima anak muda ini berhasil menerima beasiswa. Ditemui di SMAN 1 Negara, Kepsek menuturkan awalnya ada dua siswa yang menekuni game online hingga mengikuti turnamen eSports secara pribadi. “Ini menurut pandangan kami merupakan potensi. Kami tantang anak-anak agar tidak hanya sekadar bermain gim, bagaimana kalau ikut turnamen antarsekolah dan dari kami mendukung penuh,” ujarnya.

Akhirnya pada awal tahun lalu, sekolah menunjuk guru pendamping untuk mengikuti sejumlah kompetisi e-Sport antar-SMA/SMK tingkat nasional. SMA tertua di Jembrana ini dalam keseharian tidak melarang siswa membawa gawai ke dalam sekolah. Siswa juga diperbolehkan menggunakan gawai tetapi tidak selama jam belajar mengajar.

Guru Pendamping e-Sports, Ngurah Aditya Cahya Artha mengatakan tim yang terbentuk sekarang ini sempat beberapa kali mengalami pergantian personil. Hingga akhirnya tim yang saat ini ada didukung siswa dari kelas XI. Mereka adalah I Gusti Ngurah Agung Ari Darma Putra (Kelas XI MIPA 3), I Gede Satya Wikananda (Kelas XI MIPA 1), I Kadek Arya Wiratama (Kelas XI MIPA 8) yang juga selaku Kapten Tim, I Dewa Made Kevin Surya Negara (Kelas XI MIPA 6) dan Ida Bagus Gede Jalaputra Ari Darma Putra (Kelas X IPS 3).

Baca juga:  Bersaing di RSCC 2019, SMAN 2 Wakili Bali di Kompetisi Nasional

Tim esports SMAN 1 Negara ini juga sebelumnya beberapa kali mengikuti turnamen. Mereka juga mengikuti turnamen Piala Presiden. Tetapi saat itu tim ini kalah di babak penyisihan.

Tak disangka, pada turnamen JD.ID, tim SMAN 1 Negara ini masuk ke babak grand final dan bertemu dengan SMA Bethel Kosambi (Banten) yang juga juara bertahan dalam turnamen e-Sports Piala Presiden. “Di final tim kami kalah tipis 2-1,” ujar Aditya.

Meskipun juara II dan mendapatkan hadiah beasiswa Rp 15 juta, tim tetap merasa bangga karena bisa menyisihkan ratusan tim SMA/SMK lainnya yang berasal dari 35 kota se-Indonesia. Selama turnamen yang berlangsung selama sebulan, pihak sekolah memberikan jadwal latihan setiap hari Selasa dan Kamis pada jam usai sekolah. Sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mereka di sekolah.

Prapta Arya yang juga Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Jembrana menilai hal ini merupakan prestasi baru dan memacu generasi milenial dalam memanfaatkan gawai secara positif. Di samping prestasi akademis, sekolah menurutnya akan terus memacu keterampilan e-Sports siswa agar berkelanjutan. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.