Suasana pelaksanaan pemilihan umum serentak, Rabu (17/4). (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kedua tim pemenangan calon presiden dan wakil presiden, baik pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Bali tidak menggelar hitung cepat (quick count). Mereka menunggu terkumpulnya data formulir C1 yang lebih valid.

Menurut Sekretaris DPD PDIP Bali, IGN Jayanegara data formulir C1 lebih bisa dipertanggungjawabkan. Secara umum, pihaknya bersyukur pemilu serentak di Bali sudah berjalan dengan lancar, aman, dan damai. “ata kami harus update dari form C1,” ujarnya, Rabu (17/4) malam.

Hingga pukul 22.00 Wita, data hasil pemilihan presiden dan wakil presiden di Bali masih belum sepenuhnya masuk ke DPD PDIP Bali. Jayanegara beralasan, persentase yang masih kecil salah satunya terbentur jarak antara TPS ke DPC PDIP.

Mengingat, para saksi mesti membawa C1 dari TPS ke DPC sebelum akhirnya diinput secara online dan masuk ke DPD PDIP Bali. “Data belum maksimal, tapi berhasil update formulir C1. Kami tidak melakukan quick count,” jelas Jayanegara yang juga Wakil Wali Kota Denpasar ini.

Baca juga:  Hasil Rekap Kabupaten Bangli, Jokowi-Ma’ruf Raih 149.453 suara

Terkait hasil survey di sejumlah televisi nasional yang menyebut pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul, Jayanegara mengatakan, Joko Widodo sebetulnya tidak hanya milik PDIP. Tapi sudah menjadi milik masyarakat.

Namun sekali lagi ditegaskan bila pihaknya hanya akan memberikan informasi perolehan suara berdasarkan data dari formulir C1. “Isu ini sangat sensitif. Kalau menyampaikan data harus bisa dipertanggungjawabkan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan DPD Gerindra Bali, I Made Gede Ray Misno juga mengaku tidak melakukan hitung cepat. Namun memakai real count sesuai yang dikirim saksi di TPS ke Kordes, kemudian ke Korcam dan menginput di database DPD. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.