Anak-anak "Sarin Rare" melakukan ngelawang untuk mengumpulkan dana bagi korban bencana. (BP/dok)

GIANYAR, BALIPOST.com – Libur tahun baru Imlek dimanfaatkan oleh anak-anak Taman Pendidikan Sarin Rare di Desa Mas, Kecamatan Ubud, untuk menggelar atraksi ngelawang barong keliling kawasan wisata Ubud pada Selasa (5/2). Mereka mengumpulkan donasi dari wisatawan yang ada di kawasan itu.

Sebelum berkeliling, anak-anak berkumpul di Lapangan Astina Ubud. Anak-anak ini dibagi menjadi dua kelompok.

Dari lapangan, anak-anak yang memainkan barong dan gamelan turun menuju Monkey Forest Ubud. Sambil memainkan barong, anak lainnya kebagian tugas untuk memohon uluran dana dari wisatawan yang menonton aksi mereka.

Pengurus TP Sarin Rare yang juga Komisioner Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali, Made Ariasa, mengatakan upaya ini dilakukan untuk pendidikan kepedulian dan pengabdian anak-anak terhadap sesama. Menurutnya hal ini penting ditanamkan sejak dini. “Tetap harus ditanamkan sejak dini,” tegas Ariasa.

Baca juga:  Pencuri Bobol Villa di Ubud

Para wisatawan yang melihat aksi mereka memberikan uang secara sukarela. Hasilnya langsung dihitung bersama-sama disaksikan oleh aparat kepolisian. “Hasilnya sebanyak Rp 3.117.000 dalam rentang waktu 2 jam lebih,” jelasnya.

Nantinya, uang itu tidak langsung dikirimkan ke korban bencana di Jawa Barat, Palu dan Lombok. Dana akan dibelikan sejumlah kebutuhan seperti buku dan alat tulis untuk dikirimkan ke daerah terdampak bencana. “Sekecil apapun hasilnya tetapi nilai manfaat pendidikan kepedulian ini jauh lebih penting,” jelasnya.

Kata dia, perlengkapan belajar itu akan dikirimkan ke pihak-pihak yang mengetahui alamat korban bencana. “Supaya tepat sasaran. Ini masih kami telusuri ke mana harus mengirimkan ini,” tandasnya. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.