Suasana berebut berkah serangkaian karya di Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Ribuan krama mengikuti prosesi Tawur Agung dan Pedanan di Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk, pada Soma Pon Paing (28/1). Uniknya saat ritual pedanan, diikuti antusias sejumlah krama untuk berebut berkah Ida bhatara, yang meliputi 45 hadiah berupa perhiasan emas serta berbagai peralatan pertanian.

Manggala 1 karya di Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk, I Nyoman Oka menerangkan bahwa ritual tawur agung yang dipusatkan di jaba sisi pura Er Jeruk ini bertujuan untuk menetralisir kekuatan alam, khususnya di wilayah Desa Sukawati. ” Kita menetralisir kekuatan alam, agar tidak didominasi oleh bhuta kala, agar diberi berkah kerahayuan oleh Ida Bhatara Sesuunan, ” jelasnya.

Ritual Tawur Agung yang berlangsung di jaba sisi Pura Er Jeruk ini dipuput oleh empat orang sulinggih yakni Ida Pedanda Jelantik Lila Arsa dari Griya Taman Buda Sukawati, Ida Pedanda Gede Ketewel dari Griya Kemenuh, Ida Pedanda Putra Manuaba dari Griya Blangsinga Blahbatuh dan Ida Pedanda Manuaba Kencana Peking dari Griya Mas Manuaba Sukawati. ” Ritual ini dipuput oleh empat sulinggih, dibantu para pemangku setempat, ” katanya.

Ditengah Upacara Tawur Agung ini, juga diisi dengan nedunan Ida Bhatara Sesuunan di Pura Er Jeruk. Uniknya dalam prosesi nedunan Ida Bhatara Sesuunan ini, melewati lelancingan berupa kain putih kuning sepanjang 200 meter. Kain tersebut terlentang dari Pelinggih Pengaruman di Utama Mandala pura ke jaba sisi Pura Er Jeruk yang menjadi lokasi upacara Tawur Agung. Nah sepanjang kain Ter terlentang juga diusung oleh ratusan krama lanang-istri asal Desa Sukawati. ” Ida Bhatara Sesuunan tedun dari utama Mandala, ke jaba sisi untuk menyaksikan prosesi Tawur Agung, setelah upacara simbul Ida Bhatara Sesuunan dikembalikan ke Utama Mandala, ” katanya.

Baca juga:  Tertusuk Keris Saat “Ngoying” Tarian Calonarang

Usai Tawur Agung, krama juga menggelar upacara Pedanan. Dalam ritual ini disimbolkan Ida Bhatara Sesuunan memberikan berkah kepada krama. Panitia pura pun sudah menyiapkan 45 jenis hadiah sebagai berkah dari Ida Bhatara Sesuunan, berupa perhiasan emas, keris, seragam ke pura hingga berbagai peralatan pertanian. ” Dominan berkah ini alat pertanian, mengingat pengempon pura merupakan krama subak, ” jelasnya.

Selanjutnya puluhan berkah itu dibagikan dengan sistem lotre yang berisi tulisan. Ratusan lotre ini kemudian di lemparkan ke krama. Selanjutnya lotre yang berisi hadiah bisa ditukarkan ke panitia karya.” Ya ada juga lotre yang kosong, kalau yang isi tulisan tinggal ditukarkan, misal tulisan cincin, gelang atau peralatan pertanian seperti cangkul atau sabit, ” jelasnya. (manik astajaya/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.