Kondisi kandang ayam dan mobil warga yang hancur tertimpa pohon. (BP/bit) 

TABANAN, BALIPOST.com – Hujan disertai angin terjadi Kamis sore (24/1), kembali mengakibatkan pohon tumbang. Kini giliran kandang ayam dan mobil cary milik I Made Sukitha (54) warga banjar Jakatebel, desa Tangguntiti, Kecamatan Selemadeg Timur, hancur tertimpa pohon jenis randu berdiameter 80 centimeter. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya saja kerugian ditafsir Rp 20 juta.

Dari informasi yang dihimpun, kejadian tersebut terjadi pukul 18.00 wita. Pohon Randu milik I Ketut Ngebek warga setempat tumbang. Tiba-tiba saja pada sore itu sudah didapati menimpa kandang ayam, mobil serta rumah peristirahatan milik I Made Sukitha. Pemilik pohon pun memanggil korban guna mengevakuasi mobil cary yang ringsek pada bagian depan.

Kapolsek Selemadeg Timur, AKP I Putu Oka Suyasa mengatakan, pohon tumbang lantaran terjadi angin kencang disertai hujan. Beruntung tidak ada korban jiwa, dan kandang ayam milik korban dalam keadaan kosong. “Kondisi kandang ayam hancur dan mobil korban hancur dibagian depan karena pohonya lumayan besar,” terang AKP Suyasa, Jumat (25/1).

Baca juga:  Di Badung, Perayaan Tahun Baru Diprediksi Hujan Lebat

Untuk proses evakuasi sudah dilakukan warga setempat dengan cara gotong royong menggunakan alat manual dan mesin gergaji. “Evakuasi sudah dilakukan Kamis sore, tidak ada korban jiwa tetapi kerugian mencapai Rp 20 juta,” tegasnya.

Disisi lain, data Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan pada Kamis sore terjadi pohon tumbang di beberapa titik. Dua lokasi diantaranya di Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, dan di Desa Belalang Kecamatan Kediri. “pohon tumbang menimpa garase yang tertimpa pohon dan pohon bambu yang melintang di jalan,” ungkap Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan, I Putu Trisna Widiatmika.

Dijelaskan, selama cuaca yang tidak bersahabat ini, pihaknya telah membentuk tim piket untuk penanganan 24 jam. Bahkan penambahan anggota yang stand by di kantor sudah dilakukan. “Piket setiap hari sudah kami bentuk, hanya saja sekarang kami tambah anggota agar penanganan ke masyarakat lebih cepat ketika terjadi bencana karena alam,” tandas Trisna. (puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.