GIANYAR, BALIPOST.com – Pascakebakaran sebulan lalu, para pedagang Pasar Bona kini harus berjualan di tempat relokasi. Selama berjualan di Wantilan pura desa yang berada di sebelah timur pasar yang terbakar itu, para pedagang mengeluhkan sepinya pembeli.

Mereka pun berharap bangunan pasar yang terbakar segera di revitalisasi. Nyoman Warti seorang pedagang Pasar Bona yang ditemui Jumat (11/1) mengeluhkan lokasi relokasi saat ini yang terlalu masuk ke timur.

Menurutnya lokasi tersebut membuat pembeli sedikit yang datang berbelanja. ” Ini karena terlalu masuk ke timur,” keluh Wartini.

Warti mengaku sudah sejak 2012 berjualan di Pasar Bona yang kini hangus itu. Diungkapkan sebelum insiden kebakaran cukup ramai pembeli yang berbelanja di Pasar Bona. “Saya berjualan disana dari modal nol rupiah, sampaj usaha saya berkembang. Tetapi waktu kejadian semuanya ludes tidak tersisa. Saya rugi sampai ratusan juta,” keluhnya.

Baca juga:  Relokasi Korban Bencana Alam di Kintamani Tak Jelas

Dia berharap, Pasar Bona yang terbakar bisa cepat diperbaiki oleh pemerintah. Sehingga ia bersama pedagang lainnya bisa berjualan seperti sebelumnya. “Biar kembali normal. Biar saya bisa jualan lagi normal seperti dulu,” pintanya

Secara terpisah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar, Wayan Suamba, mengungkapkan bahwa para pedagang memang tidak memperoleh asuransi. “Karena itu adalah pasar desa. Kecuali pedagang pakai asuransi swadaya baru bisa,” jelasnya.

Sementara itu terkait revitalisasi bangunan pasar yang terbakar, pihaknya sudah mengusulkan ke Kementerian Perdagangan RI di 2019. “Kami sudah mohonkan dana dipusat, mudah-mudahan bisa terealisasi,” katanya.

Di bagian lain, polisi juga sempat mengusut kasus kebakaran yang menghanguskan puluhan kios itu. Kapolsek Blahbatuh. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.