Pohon tumbang timpa rumah warga. (BP/istimewa)

BANYUWANGI, BALIPOST.com – Hujan yang mengguyur Kabupaten Banyuwangi, Minggu (6/1) siang hingga sore, memicu musibah. Pohon trembesi raksasa di Dusun Krajan, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, tumbang. Pohon tua tersebut menimpa dua rumah warga. Tak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Ambruknya pohon ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Sejak siang, hujan lebat mengguyur seluruh wilayah Banyuwangi. Akibatnya, pohon berdiamater sekitar 1 meter ini mendadak tumbang. Rantingnya menghantam tiang listrik dan dua rumah. Masing-masing milik Heru dan Solikin.

Kebetulan, rumah keduanya persis di dekat lokasi pohon. Kedua rumah tersebut rusak parah. Beruntung, saat kejadian,penghuni rumah sedang siaga. Sehingga, mereka bisa menyelamatkan diri. Bagian atap rumah rusak terkena hantaman ranting pohon.

Informasi di lapangan menyebutkan, hujan lebat mulai mengguyur sekitar pukul 12.00 WIB. Bahkan, hingga pukul 17.30 WIB, hujan masih terus mengguyur kota Banyuwangi. “Hujannya memang sangat lebat, pohon trembesi di pinggir jalan raya mendadak tumbang dan menimpa rumah warga,” kata Abi, salah satu warga.

Baca juga:  Pohon Tumbang Rusak Bangunan Pura di Desa Apuan

Begitu pohon ambruk, warga bersama petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan TNI/Polri melakukan evakuasi. Petugas membersihkan pohon tumbang yang menimpa rumah warga. “Begitu ada laporan, kami langsung terjunkan tim reaksi cepat ke lokasi bencana,” kata Kabid Kedaruratan BPBD Banyuwangi, Eka Muharam.

Tak hanya pohon tumbang, hujan lebat juga memicu musibah banjir. Sejumlah bendungan meluap. Airnya merendam rumah warga.

Seperti di bendungan DAM Singir, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar. Air nyaris meluap di sekitar bendungan. Luapan aliran DAM ini merendam rumah warga di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.

Diduga, debit air tak mampu tertampung di sekitar jembatan desa setempat. Sehingga, naik ke perkampungan. Banjir juga melanda Dusun Curahsawo, Desa Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo. Pemicunya, air di sungai DAM Gringsing di desa setempat meluap. Lalu, menggenangi persawahan. Sekitar 40 hektar persawahan terendam air. (Budi Wiriyanto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.