Warga Binaan Sosial (WBS) Munti Gunung, di Dusun Muntigunung Tengah, Desa Tianyar Barat, Kubu, Karangasem saat menerima babtuan dari Pusat. (BP/nan)

 

AMLAPURA, BALIPOST.com – Warga Binaan Sosial (WBS) Munti Gunung, di Dusun Muntigunung Tengah, Desa Tianyar Barat, Kubu, Karangasem menerima bantuan dari Pemerintah Pusat. Bantaun Kementrian Sosial RI itu diberikan oleh Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang (RSTS dan KPO) Dr. Sonny Manalu.

Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan, kegiatan pemberian bantuan usaha kemandirian mengambil sasaran di Banjar Dinas Muntigunung, merupakan satu langkah strategis dalam upaya memenuhi hak-hak Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dalam hal ini Warga Binaan Sosial (WBS/mantan Gepeng).

Kata dia, dengan bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi keluarga (mantan Gepeng) bersangkutan, dalam menjalani hidup dan kehidupan yang layak.

Mas Sumatri menambahkan, sebelumnya warga juga sudah dibantu 50 unit rumah yang diberikan kepada WBS Munti gunung. Jelas dia, sebelum ditempati lebih dulu dilakukan pengundian. Dimana tersebut dilakukan terlebih dahulu supaya WBS memiliki rasa kepemilikan yang tinggi. Bahkan setelah diundi, mereka semakin semangat mempercepat supaya rumah mereka masing-masing cepat bisa diselesaikan.

Baca juga:  Warga Binaan Rutan Negara Ikuti VCT 

Salah seorang warga, Ketut Nerima, berharap kepada tim sinergitas agar setelah berhasilnya program ini, WBS masih harus selalu dalam pantauan agar tetap produktif. “Kami sudah berupaya melakukan yang terbaik, semoga program ini bisa berhasil dan terus berkelanjutan” harap Nerima.

Sementara itu, Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang (RSTS dan KPO) Dr. Sonny Manalu, mengungkapkan, bantuan yang diberikan oleh Kementrian RI Sosial kepada WBS Muntigunung sebesar Rp. 250.000.000.

Kata dia, setiap KK memperoleh bantuan UEP Kemandirian sebesar Rp.5.000.000. Warga yang memperoleh bantuan tersebut sebanyak 50 KK. Selain bantuan itu, warga juga memperoleh bantuan berupa perabotan rumah tangga sebesar Rp. 75.000.000. Dimana setiap KK mendapatkan bantuan perabot sebesar Rp. 1.500.000. “Semoga program ini berhasil. Dan bantuan yang kita berikan mampu mengentaskan kemiskinan dari akarnya yaitu gepeng,” jelas Manalu. (eka prananda/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.