Polda Bali menggelar simulasi penanganan pemilu rusuh di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur.(BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Beberapa bulan lagi Indonesia menggelar Pilpres dan Pilpres 2019. Upaya antisipasi situasi terburuk sudah dilakukan Polda Bali, diantaranya simulasi kampanye rusuh yang digelar di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur, Jumat (30/11).

Untuk mengamankan Pemilu 2019, Polda Bali mengerahkan 1.037 personel tergabung dalam Operasi Mantap Brata Agung. Sedangkan latihan peningkatan kemampuan Sispamkota di Lapangan Puputan Margarana, dipimpin Direktur Ditsabhara Polda Bali, Kombes Pol. Drs. I Wayan Pinatih selaku Kasatgasopsda.

Simulasi tersebut melibatkan seluruh satuan fungsi kepolisian dan memperagakan tiga segmen. Skenario pertama, polisi mendapatkan informasi bahwa ada jadwal kampanye salah satu capres di wilayah Bali dan akan mendatangkan Jurkam dari pusat.  Informasi lain dari Satgas Intelijen, ada konsentrasi massa kedua belah kubu Capres dengan lokasi yang berdekatan.

Setelah itu dilanjutkan skenario kedua, Jurkam dari Jakarta  tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan langsung menuju lokasi kampanye. Mulai dari bandara hingga lokasi kampanye, mereka mendapat pengawalan ketat personel Polda Bali. Dalam perjalanan rombongan Jurkam dihadang sekelompok masyarakat yang menolak kedatangan mareka. Terjadi negosiasi dan petugas pengawalan mencari jalur alternatif lain menuju lokasi kampanye.

Baca juga:  Menghormati Demokrasi

Kemudian pada skenario ketiga, massa pendukung menyambut Jurkam tersebut dengan antusias. Mereka berorasi  menyampaikan janji-janji politik dan program-programnya apabila terpilih menjadi presiden. Sayang, saat orasi itu mereka menjelek-jelekan Capres lainnya dan terjadi penyerangan dan pelemparan oleh sekelompok orang. Situasi semakin memanas dan berujung rusuh. Menyikapi kodisi tersebut, dikerahkan pasukan Dalmas awal, K9 (anjing), Dalmas lanjutan dan PHH Brimob. Polisi juga menembakkan gas air mata dan melakukan penangkapan terhadap provokator. Akhirnya kepolisian berhasil membuat situasi kembali aman dan kondusif.

Kombes Pinatih mengatakan, kegiatan ini digelar untuk memantapkan Satgas Operas Mantap Brata sehingga dalam pelaksanaan tugas, cara bertindak dan taktis  personel Polri di lapangan tidak ada kendala. “Untuk menjaga Kamtibmas demi terwujudnya Pemilu 2019 yang aman, tertib dan lancar,” tegasnya.(kerta negara/balipost)

 

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.