Menyambut libur Nataru, Kementerian Perhubungan menyiapkan 1.293 kapal untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. (BP/son)

JAKARTA, BALIPOST.com – Liburan Natal dan Tahun Baru diperkirakan akan meningkatkan mobilisasi penumpang angkutan, terutama yang akan merayakan Natal dan Tahun Baru di kampung halaman. “Pemerintah memprediksi menjelang datangnya liburan Natal dan Tahun Baru tentu akan terjadi peningkatan pada moda transportasi laut, sehingga harus diantisipasi dengan penyediaan sarana angkutan yang andal dan memadai,” kata Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub R Agus H. Purnomo saat membuka Rakornis persiapan Nataru di Jakarta, Rabu (21/11).

Rakornis diikuti oleh seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut dalam rangka memantapkan koordinasi antar petugas, instansi terkait, penyedia jasa dan asosiasi yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan Angkutan Laut Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Hadir dalam Rakornis antara lain Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko, Direktur Kenavigasian, Basar Antonius, Direktur KPLP, Junaidi.

Menurut Agus, penyelenggaraan Angkutan Laut Nataru diagendakan berlangsung mulai tanggal 18 Desember 2018 hingga 8 Januari 2019. Bersamaan dengan penyelenggaraan angkutan laut tersebut, akan dilakukan pula kegiatan pemantauan dan pengendalian lalu lintas dan angkutan laut melalui Posko Angkutan Laut Nataru di 52 pelabuhan yang akan dipantau untuk melihat perkembangannya dari tahun ke tahun. “Pada Angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 ini diperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah penumpang naik sebesar 3,49% atau 37.564 penumpang dibandingkan pada Penyelenggaraan Angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018,” ujar Dirjen Agus.

Baca juga:  8 Tahun Tak Liburan, Menteri Jonan Pilih Bali

Agus mengatakan, guna mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut, Kementerian Perhubungan akan menyiapkan armada kapal laut sebanyak 1.293 unit dengan kapasitas 3,4 juta orang penumpang. Selain itu, dalam rangka menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran pada masa liburan tersebut diperintahkan kepada seluruh Unit Penyelenggara Teknis (UPT) untuk melaksanakan uji petik kelaiklautan kapal penumpang di seluruh pelabuhan, terutama pada pelabuhan yang melayani angkutan penumpang.

Terkait dengan hal tersebut, Dirjen Agus meminta kepada seluruh jajaran Ditjen Perhubungan Laut agar mempersiapkan dan melaksanakan angkutan laut Nataru dengan rasa tanggung jawab dan bekerja dengan ikhlas dan sungguh-sungguh dalam melaksanakan pengawasan terhadap keselamatan pelayaran. “Saya minta kepada seluruh jajaran Perhubungan Laut untuk melaksanakan tugas dengan tanggap dan penuh semangat melayani saudara-saudara kita yang akan melakukan perjalanan liburan, Perhatikan kebutuhan mereka serta tidak segan memberikan bantuan kepada mayarakat yang membutuhkan bantuan, baik di pelabuhan, maupun di atas kapal laut selama dalam pelayarannya,” tutup Agus. (Nikson/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.