Tokoh masyarakat dimediasi Lurah Baler Bale Agung, Negara bertemu dengan rekanan proyek drainase Provinsi Bali di kantor Lurah Baler Bale Agung Negara. (BP/kmb)

NEGARA, BALIPOST.com – Proyek pembangunan drainase Provinsi Bali di Lingkungan Kebon dan Perumnas Baler Bale Agung, Kecamatan Negara belakangan ini dikeluhkan warga Baler Bale Agung, Kecamatan Negara.

Proyek drainase ini merupakan proyek Kementerian PUPR Direktorat Jendral Cipta Karya Satker Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Perumahan Provinsi Bali dengan anggaran Rp 10,8 miliar dan dikerjakan selama 240 hari oleh PT Sinar Dewata.

Adanya keluhan dan banyaknya protes warga terhadap proyek drainase Provinsi Bali itu membuat Lurah Baler Bale Agung Ida Bagus Gede Ananda Kusuma mengambil kebijakan memediasi tokoh masyarakat yang menjadi perwakilan warga dengan pihak rekanan PT Sinar Dewata, Kamis (18/10). Ada belasan tokoh masyarakat yang hadir dan pertemuan dihadiri juga oleh Lurah BB Agung, Direktur PT Sinar Dewata Ketut Sarwa dan konsultan.

Lurah BB Agung Agung Ida Bagus Gede Ananda Kusuma mengatakan mediasi yang dilakukan ini untuk menyikapi berbagai keluhan warga terkait keberadaan proyek agar bisa didengar langsung oleh pihak rekanan sehingga bisa ditindaklanjuti. Cukup banyak permasalahan yang disampaikan sehingga pihaknya memandang perlu adanya pertemuan sehingga permasalahan tidak membias.

“Kami hanya berharap agar pihak rekanan lebih responsif dalam menyikapi permasalahan dan keluhan warga. Sehingga bisa diantisipasi sebelum ramai dan berlarut-larut. Karena itulah kami memediasi,” tandasnya.

Sebelumnya sejumlah warga di Perumnas Baler Bale Agung mengeluhkan terkait warga yang terkena ispa diduga karena proyek berlangsung di musim kemarau ini dan tanah bekas galian yang dibiarkan sehingga menumpuk.

Selain itu warga juga mengeluhkan terkait air tergenang dan berwarna hijau di kawasan pemukiman penduduk karena penanganan proyek tersebut. Sehingga tiap hari mengundang nyamuk dan bau.

Sejumlah tembok warga juga jebol karena diduga kurang kehati-hatian pelaksana proyek dalam bekerja. Termasuk tembok SDN 5 Baler Bale Agung juga jebol. Bahkan keluhan terkait warga yang terkena ispa dan beberapa keluhan lain juga sudah disampaikan ke Lurah Baler Bale Agung Ida Bagus Gede Ananda Kusuma dan Kasi Trantib Gusti Kade Widana. Warga mempertanyakan kapan proyek segera selesai karena sudah tidak tahan dengan debu yang menyebabkan penyakit.

Bahkan seorang warga Perumnas BB Agung, Edi dengan jelas menulis keluhan di media sosial, pada Minggu (14/10) sore kalau proyek drainase di Perumnas Baler Bale Agung saat musim kemarau memunculkan masalah bagi warga.

Baca juga:  Sebelum Mlaspas, Proyek Patung Badak Ikon Desa Buduk Roboh

Mulai pukul 09.00 debu mulai beterbangan terutama di Jalan Nusa Indah Raya. Ini disebabkan jalan tersebut merupakan jalan cukup padat dengan intensitas lalu lintas cukup padat. “Untuk itu kami mohon pihak kontraktor melakukan penyiraman dua kali di jalan tersebut pagi dan siang hari. Karena saat ini sudah ada warga yang terserang ispa akibat debu tersebut. Pemda selaku user hendaknya melakukan pengawasan terkait pelaksanaan proyek tersebut,” tulisnya.

Warga juga meminta agar Lurah BB Agung menyikapi keluhan warga ini. Kaling Kebon I Made Umbara saat pertemuan juga mengatakan kalau warganya juga banyak yang mengeluhkan terkait tanah galian yang belum dibersihkan sehingga dinilai mengganggu serta terkait pohon yang dibabat karena proyek.

Pimpinan PT Sinar Dewata Ketut Sarwa mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti permintaan warga. Namun pihaknya akan melaksanakan apa yang diperintahkan konsultan.
Sebelumnya memang pihaknya tidak menerima keluhan warga langsung maupun Lurah BB Agung. Namun pihaknya sudah sering menyiram debu di musim kemarau. “Karena ini jalan utama memang tidak bisa menghindari debu,” katanya.

Terkait air tergenang pihaknya tidak bisa memotong ke sungai karena di bagian selatan masih kerja dan masih perlu 30 box/beton drainase. Nanti akan segera digarap.
Untuk tembok yang jebol karena tukang masih melakukan pengecoran sehingga belum bisa memperbaiki. “Namun tembok di timur mesjid sudah diperbaiki. Yang belum tembok SD,” katanya.

Untuk pipa PDAM yang bocor sudah ditangani dan kini sudah ada pegawai PDAM khusus yang jaga setiap hari untuk mengawasi pipa jika terjadi bocor. Pihaknya sudah berusaha melakukan penanganan dan antisipasi.

Terkait masalah tanah bekas galian itu karena ada warga yang minta.  Untuk pagar sekolah yang jebol nanti akan dikoordinasikan dengan kepala sekolah. Sementara untuk tanaman nanti akan disesuaikan dengan anggaran karena pihaknya memang setelah proyek akan mengembalikan tanaman. “Kami bertanggungjawab selama setahun untuk pemeliharaan proyek ini nanti jika ada masalah agar disampaikan pada kami langsung,” harapnya.(kmb/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.