Sejumlah kendaraan roda dua antre menunggu giliran masuk ke loket tiket. Pembelian tiket di pelabuhan GIlimanuk mulai diberlakukan secara non-tunai menggunakan e-money. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang mulai menerapkan pembelian tiket menggunakan e-money. Namun penerapan tiket tanpa uang tunai ini belum berlaku semua. Baru efektif diberlakukan untuk roda dua dan penumpang pejalan kaki. Sementara roda empat dan kendaraan umum masih fleksibel.

Dari pengamatan sejak akhir pekan lalu, jalur loket roda dua lebih padat dibanding hari biasanya. Pasalnya selain mengisi data manifest penumpang, para pengendara motor ini untuk membeli tiket harus menggunakan e-money. Sementara sebagian besar para pengendara motor yang hendak keluar Bali belum memiliki e-money yang disediakan oleh sejumlah bank BUMN itu. Salah satu pengendara, Kustah (31) asal Banyuwangi mengaku kaget adanya pemberlakuan sistem pembelian tanpa uang tunai itu. Sehingga ia harus membeli kartu dulu, baru selanjutnya diisi dengan saldo untuk pembayaran sesuai harga tiket.

Sejak awal diberlakukan pada bulan Agustus lalu juga sempat membuat para penumpang pejalan kaki kaget. Para penumpang yang belum mengetahui, terpaksa harus membeli kartu e-money dan mengisi saldo. Pihak ASDP saat itu juga melakukan evaluasi terhadap pemberlakuan e-money ini. Sejumlah kendala yang akan diperbaiki seperti misalnya mesin pembaca dengan akses yang lebih cepat, serta kemampuan operator loket menerapkan sistem tersebut. Sehingga berdampak pada kecepatan pelayanan untuk loket tiket khususnya di saat situasi padat antrean.

Baca juga:  Mobil Box Terguling di Jalan Tol Bali Mandara

Manajer Operasional ASDP Gilimanuk, Heru Wahyono membenarkan diberlakukannya e-money untuk pembelian tiket roda dua setelah sebelumnya pejalan kaki. Menurutnya saat ini penerapan itu masih tergolong normal dan secara situasional akan diberlakukan penambahan loket tiket. “Yang berlaku sekarang baru penumpang dan roda dua. Kalau roda empat keatas masih berlakukan pelayanan hybrid (bisa tunai maupun non-tunai),” terangnya. Penerapan pembelian tiket non-tunai ini berlaku di Pelabuhan Ketapang maupun Gilimanuk. Beberapa bank menyediakan loket layanan untuk pembelian kartu ataupun mengisi saldo e-money tersebut.

Sesuai rencana,  penerapan dibagi menjadi tiga fase. Pertama yang dilakukan saat ini sampai Desember tahun ini. Fase Kedua tahun depan hingga terakhir fase ketiga seluruh pembayaran tiket menggunakan sistem ini termasuk truk sejenis. Yang perlu waktu penyesuaian adalah kendaraan truk dan bus.  Pasalnya uang elektronik yang sekarang ini beda dengan e-toll (untuk jalan tol). Nilainya jauh lebih besar dibanding pembayaran tol. Dimana satu tiket penyeberangan untuk truk sejenis bisa mencapai Rp 2 juta. (surya dharma/balipost)

 

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.