SINGARAJA, BALIPOST.com – Salah satu potensi daya tarik wisata Desa Songan adalah geowisata dengan keindahan fanorama kaldera Gunung Batur, Danau Batur dengan latar belakang vegetasi hutan, dan keunikan sosio-budaya-religius masyarakat Bali Aga Desa Songan. Walupun terletak pada posisi yang vital dan strategis dalam peta kepariwisataan di Bali, kawasan nampaknya ini masih dihadapkan pada masalah kemiskinan, epidemik penyakit, eksklusivitas wisata, angka pengangguran, buta aksara, putus sekolah, rawan bencana, derajat kesehatan dan pendidikan masyarakat yang rendah.

Membantu memecahkan masalah ini, mendorong Universitas Pendidikan Ganseha (Undiksha) Singaraja bekerjasama dengan STIKES dan Pemkab Bangli melaksanakan Pengembangan Kemitraan Wilayah (PKW). Program ini berjalan setelah Kementrian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti-RI) mengucurkan dana melalui program pengabdian kepada masyarakat. Tahun 2018 ini, fokus kegiatan PKW adalah mendorong aktivitas kepariwisataan.

Ketua Tim PKW Dr. I Nyoman Santyadnya, M.Si, S.T., Minggu (9/9) mengatakan, geliat wisata di Desa Songan relatif masih rendah akibat kurangnya kesadaran, pengetahuan, keterampilan, dan keterlibatan elemen masyarakat dalam praksis kepariwisataan secara holistik berbasis pada wisata alam, wisata adventuring, dan wisata religi. Pariwisata yang hanya tersegmentasi dan terbelenggu pada panorama alam Gunung Batur dan Danau Batur kurang mengagetasi dinamika aktivitas sosio ekonomi masyarakat menuju peningkatan kualitas hidup dan kenyamanan masyarakat.

Potensi keindahan alam kaldera Gunung Batur yang menghampar di Desa Songan, dengan diversifikasi vegetasi hutan, dan pesona Danau Batur merupakan daya tarik wisata adalah aset Desa Songan yang dapat mendatangkan generate revenue bagi masyarakatnya. Pengelolaan wisata yang tradisional, penataan kawasan, dan managemen pemasaran yang konvensional belum mampu meningkatkan pendapatan warga.

Baca juga:  Warek Undiksha Rasakan Manfaat BPJS Kesehatan

Apalagi, dengan kompetensi bahasa asing, ICT dan literasi wisata yang rendah. “Untuk itu, program PKW tahun 2018 di kawasan galian C di desa Songan dilakukan edukasi dan penatan secara bertahap terhadap SDM dan keasrian objek geotourism, pelatihan English for Guiding untuk program geotourism bagi praktisi wisata di Desa Songan,” katanya.

Peningkatan sadar wisata masyarakat desa Songan dalam mengembangkan model geotourism dilakukan dengan mengkapasitasi penggiat parisiwisataan kelompok masyarakat di bawah kepeloporan pokdarwis Bali Tourism Caldera Batur (BTCB). Selain memberdayakan kelompok sadar wisata, tim PKW ini juga menyerahkan bantuan infrastruktur wisata berupa perahu sampan wisata yang kerap digunakan untuk menghandle tamu manca negara berwisata di tepian danau Batur, terus lanjut wisata tracking ke Puncak Songan.

Membangun dua unit gazebo sebagai rest point atau ensemble poin, yang nantinya difungsikan untuk istirahat sejenak bagi pengunjung di kawasan Pesona Songan, sambil menikmati magisnya pura puserin jagat dan Pura Segara dan Pura Ulun Danu dengan latar belang hamparan Danau Batur, dan Bukit Penulisan.

Bantuan PKW Undiksha ini sangat dirasakan manfaatnya bagi kelompok Pokdarwis BTCB. Tersedianya fasilitas wisata ini, layanan wisata yang disediakan pokdarwis semakin baik. Widi Arta, salah satu pengurus BTCB Songan mengungkapkan semenjak program PKW, jumlah kunjungan wisatawan domestik dan manca negera ke Desa Songan semakin meningkat, dengan pendapatan warga pun naik dibandingkan sekarang ini. (Adv/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.