Petugas kepolisian saat melakukan olah tkp pasca ledakan yang terjadi di salah satu usaha laundry di Tabanan. (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Warga di jalan Kaswari, kecamatan Tabanan, Rabu (5/9) dikagetkan dengan suara ledakan yang berasal dari tabung seterika uap usaha laundry tepatnya usaha Bunda Loundry Milik Nyoman Widiastuti di Jalan Kaswari 24.

Dalam insiden tersebut, selain mengakibatkan kerusakan lokasi laundry juga menyebabkan Ni Putu Erna Purnamayanti (28) yang sedang menyeterika mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Dari data yang dihimpun, ledakan terjadi sekitar pukul 15.15 wita. Saat itu korban Erni yang beralamat di Jalan Cendrawasih gang VIII nomor 8, Jambe Baleran, Dauh peken, Tabanan sedang menyeterika pakaian di dalam usaha laundry tersebut. tiba-tiba saja tabung seterika uap  yang terhubung dengan  tabung gas  elpiji berukuran 3 kilogram meledak.

Rupanya korban tidak sadar jika air dalam tabung uap habis. Akibatnya tabung meledak dengan keras. Tabung setrika uap terlontar ke atas setinggi 7 meter. Ledakan tersebut juga menyebabkan dinding pembatas kios lubang begitu juga plafon lubang akibat hantaman tabung seterika uap dan menembus kap baja ringan. Tabung seterika uap melayang sejauh 15 m,eter dari lokasi dan jatuh di sanggah milik I Nyoman Tjedeng.

Baca juga:  Ledakan di Rusunawa Wonocolo, Tiga Tewas

Sementara lokasi laundry berantakan. Ledakan keras tersebut didengar saksi I Wayan Mertayasa (45) pedagang sate tanpa nama asal Babahan Penebel segera ke lokasi ledakan. Saksi melihat korban tertimpa dinding. Saksi menolong korban dan menghubungi suami korban I Putu Weda Ariadita (36) yang segera datang ke lokasi.

Korban Erna mengalami luka bakar grade satu (20 persen) pada lengan kanan dan lutut kiri yang mengalami luka bakar pada permukaan kulit luar. Korban juga mengalami  luak robek pada telinga kanan atas dan kelopak mata kiri terasa panas. Setelah dirawat intensif di ruang UGD selanjutnya dirawat di ruang Griyatama.

Kapolsek Tabanan Kompol I Gede Made Surya Atmaja ketika dikonfirmasi menjelaskan, terjadinya ledakan diduga karena korban tidak tahu air di tabung habis sedangkan kompor pemanas masih menyala. Sehingga air tabung tangki habis dan menimbulkan suhu panas yang menyebabkan tabung meledak.

“Dugaan sementara dari hasil olah TKP di lapangan, tabung seterika uap meledak karena airnya tidak diketahui habis dan pemanas masih menyala,” jelasnya. (puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.