DENPASAR, BALIPOST.com – Merayakan HUT ke-17, Forum Keluarga Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia (FKPPAI) menggelar pengobatan alternatif di Bali. Puluhan penyembuh alternatif se-Nusantara berkumpul untuk menggelar berbagai kegiatan sosial dan pertunjukkan budaya.

Mereka datang dan bertemu di Pulau Dewata bukan untuk uji dan pamer kesaktian. Namun, untuk memberikan pelayanan pengobatan alternatif kepada warga yang membutuhkan. Kegiatan bakti sosial ini dilakukan sekaligus untuk memperingati HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketua DPD FKPPAI, Jro Gede Budiasa menjelaskan kegiatan bakti sosial berupa penyembuhan alternatif bagi warga yang membutuhkan ini akan diisi dengan berbagai atraksi dan pertunjukkan budaya yang dipusatkan di Jabapura Puri Agung Satria Jalan Veteran, Denpasar. Kegiatan berlangsung, Rabu (22/8) dan akan berakhir 27 Agustus 2018 dengan menampilkan pertunjukkan budaya, seperti pertunjukkan Calonarang, Sanghyang Jaran dari Bangli, maupun atraksi Debus.

Sosok jebolan The Master Season 3, Made Bayu Gendeng juga akan mengisi atraksi pada pembukaan event FKPPAI di Bali. Pria yang bergelar Jro Master ini menampilkan atraksi tutup mata sambil mengendarai sepeda motor. Rute yang ditempuh melewati jalanan padat lalu lintas di sekitar Puri Satria hingga alun-alun kota Denpasar.

Jro Master Made Bayu Gendeng, mengatakan selain menutup mata saat mengendarai motor, ia juga melakukan aktraksi di setiap perempatan yang dilalui. “Atraksi yang saya lakukan yakni mengendarai sepeda motor keliling Denpasar dengan mata tertutup. Saya juga akan menggelar atraksi disetrum listrik hidup-hidup,” ujar Jro Bayu Gendeng, Selasa (21/8).

Baca juga:  Indonesia Incorporated, PLN Kembangkan Destinasi Taman Sungai Mudal

Ketahanan tubuhnya dalam menerima sengatan arus listrik menjadi bagian dari ilmu-ilmu Nusantara yang ditekuni. Aksi itu juga akan dirangkai dengan pertunjukkan bambu gila yang berasal dari kearifan lokal masyarakat Gorontalo. “Bambu gila ini pernah saya tampilkan saat mengikuti ajang The Master,” ungkapnya.

Jro Bayu Gendeng mengakui, atraksi menegangkan yang akan ditampilkan selalu diikuti dengan persiapan. Namun selebihnya dirinya berpasrah total akan apa yang terjadi di luar persiapan yang dilakukan. “Setiap atraksi pasti ada persiapan, tapi yang pasti buat saya adalah pasrah terhadap Ida Sang Hyang Prama Kawi. Jadi pasrah saja kepada-Nya,” sebutnya.

Sebagai pembina FKPPAI, AA. Ngurah Oka Ratmadi atau yang akrab disapa Cok Rat ini mengaku bahwa kegiatan bakti sosial dan pertunjukkan budaya ini cukup positif. Alasan digelar di Jaba Pura Puri Satria, karena sebelum ada Taman Budaya Art Centre, Jaba Pura Puri Satria sering dilakukan kegiatan kegiatan-kegiatan dalam hal promosi budaya internasional. “Untuk mengingat itu saya mencoba mengulang kembali dan juga dalam rangka memperingati HUT RI yang ke-73 sekaligus HUT FKPPAI,” terang Cok Rat. (Winatha/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.