Presiden Jokowi saat melihat kerusakan akibat gempa di Lombok. (BP/kmb)

MATARAM, BALIPOST.com – Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi membonceng Presiden Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) menggunakan motor trail meninjau para pengungsi yang berada di posko dan tenda-tenda pengungsian di Dusun Terengan, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Gubernur mengatakan pemulihan jangka pendek dan panjang akan segera diprioritaskan.

Turut dalam rombongan tersebut yang beramai-ramai jadi “biker” dengan Panglima TNI, Kapolri, Kepala KSP, Menteri PUPR, Kepala BNPB dan rombongan lainnya. Kunjungan tersebut untuk menguatkan mental dan psikologis para korban. Sekaligus berdoa bersama-sama supaya tak ada lagi gempa susulan berskala merusak yang lebih parah.

“Mendorong semangat, optimisme dan harapan positif bahwa pemulihan jangka pendek dan panjang akan segera diprioritaskan,” kata Gubernur.

Termasuk juga kata Gubernur membangun kembali rumah dan fasilitas umum lainnya dengan teknologi Risha (Rumah Instan Sehat Sederhana). Yang  berkonsep kokoh tahan gempa secara bergotong-royong.

Presiden Jokowi saat berdialog langsung dengan pengungsi di Lapangan Tanjung Kabupaten Lombok Utara mengatakan akan memberikan  bantuan perbaikan rumah sebanyak 1.000 KK pada tahap awal.  Nilai bantuan stimulus sebanyak Rp. 50 juta/KK untuk rumah rusak berat, Rp. 25 juta/KK untuk rumah rusak sedang dan Rp 10 juta untuk rumah rusak ringan yang pengerjaannya akan dimulai pada minggu ini.

Baca juga:  Jokowi Tak Bisa Buka PKB

Pembangunan dan perbaikan dengan konsep rumah tahan gempa ini akan diberikan dalam bentuk tabungan. Proses pembangunan akan diawasi oleh Gubernur NTB dan asistensi Kemen PU Pera. Pemerintah akan mendorong ketersediaan material semen, besi dan lainnya dan mengawasi harga jual material di NTB dengan konsep rumah tahan gempa. Untuk perbaikan fasilitas umum, rumah sakit dan sekolah akan dimulai dua minggu dari sekarang. Presiden juga langsung memberikan paket sembako dan buku tulis kepada masyarakat pengungsi.

Data BNPB, korban meninggal dunia hingga Senin (13/8) sejumlah 437 jiwa. Berasal dari Kabupaten Lombok Utara 374 jiwa, Kabupaten  Lombok Timur 12 jiwa, Kabupaten Lombok Barat 38 jiwa, Kabupaten Lombok Tengah 2 jiwa,  Kota Mataram 9, dan Kota Denpasar 2 jiwa. Jumlah pengungsi hingga sebanyak 352.793 jiwa. Sedangkan total rumah rusak 52.812 unit, sarana pendidikan terdampak 458 unit dan fasilitas umum serta tempat ibadah sebanyak 197 unit. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.