Peserta gerak jalan perempuan yang harus mengalami perawatan setelah tumbang saat mengikuti kegiatan. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Tumbangnya sejumlah peserta gerak jalan 17 Agustus usai mengikuti lomba gera jalan, mendapat sorotan Komisioner Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali, Made Ariasa pada Kamis (9/8). Panitia lomba dipandang harus mengkaji kembali kegiatan ini, terlebih beberapa hari lalu juga diketahui ada korban meninggal.

Made Ariasa mengungkapkan tingginya jumlah peserta yang tumbang ini terjadi saat gerak jalan indah putri tingkat SMP, pada Rabu (8/8). Bahkan, 4 diantaranya yang mengalami kondisi kritis, harus dilarikan ke IGD RS Sanjiwani Gianyar menggunakan mobil ambulance. “ Kan kasian anak kita sampai seperti ini mengikuti kegiatan gera jalan, “ katanya.

Menurut Ariasa bila masih ada peserta yang tumbang seperti ini, bahkan dilarikan ke IGD maka kegiatan gerak jalan ini wajib untuk di evaluasi. Komisioner asal Desa Mas, Kecamatan Ubud itu juga mendesak pemkab Gianyar bisa mempertimbangkan hal ini agar tidak ada korban lainnya, mengingat lomba ini masih berlangsung hingga puncak acara. “ Lomba ini masih berlangsung, ini harus menjadi pelajaran. Tapi pantauan saya, tim kesehatan sudah sigap. Namun tetap masih ada peserta berjatuhan,” jelasnya.

Ia juga menyayangkan meningganya seorang siswa SMK Kesehatan Maharsi yang meningga saat latihan gerak jalan. Dikatakan kejadian seperti ini seharusnya bisa dicegah oleh intansi terkait. “ Sebagian pasti sepakat ini takdir, tapi dibalik itu semua kejadian pasti ada penyebabnya, baik itu sakit kecelakaan atau lainya, dan penyebab ini harusnya bisa dicegah, “ katanya.

Baca juga:  Pengelolaan Dana Desa, Terkendala SDM Gaptek

Sementara itu pantauan pihak KPPAD, peserta gerak jalan ini seluruhnya beraksi di tengah jalan raya. Asap dari kendaraan truk, termasuk suara klakson juga meramaikan suasana. Melihat kondisi ini, Made Ariasa menilai piha panitia harus mempertimbangkan masalah kepadatan lalu lintas saat menggelar gerak jalan di jalan raya. “Kesiapan panitia terkait penetapan jalur lalu lintas bisa menjadi salah satu poin penting untuk dievaluasi. Kalau udara penuh polusi sangat berpengaruh pada konteks kesehatan,” ujarnya.

Pihaknya juga meminta panitia untuk membangun koordinasi dan kerja sama dengan aparat kepolisian, dalam menjamin keamanan dan kenyamanan para peserta gerak jalan. “ Selama ini panitia belum menjamin kelancaran pelaksanaan kegiatan, yang tujuannya sangat baik ini,” jelasnya.

Made Ariasa kembali meminta panitia dan Pemkab Gianyar melakukan evaluasi lebih detail terkait kegiatan ini, dengan memperhatikan aspek keamanan hingga kesehatan para peserta gerak jalan. “ Kami minta agar penyelenggara kegiatan mengevaluasi secara mendalam, “ tandasnya. (manik astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.