Danlanal Denpasar, Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko (kiri) bersama Danlantamal V, Laksamana TNI Edwin S.H. (tengah) dan Kolonel Laut (P) Gusti Bagus Oka Tapayasa, SE. usai serah terima jabatan Danlanal Denpasar, Jumat (20/7). (BP/edi)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko resmi menjabat Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Denpasar menggantikan Kolonel Laut (P) Gusti Bagus Oka Tapayasa, SE. Serah terima jabatan (sertijab) tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal V) Laksamana TNI Edwin S.H., Jumat (20/7) di Mako Lanal Denpasar.

Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko sebelumnya menjabat sebagai Komandan Satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska) di Armada II, sedangkan Kolonel Laut (P) Gusti Bagus Oka Tapayasa, SE., selanjutnya akan ditugaskan menjadi Kepala Staf Gugus Tempur Laut Koarmada III.

Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal V) Laksamana TNI Edwin S.H., usai pelantikan mengatakan, tingkat variatif kerawanan keamanan laut di Bali perlu terus diwaspadai. Karena seperti diketahui, Bali adalah destinasi pariwisata dunia, yang mana, menjadi pintu masuk orang yang akan datang ke Indonesia, khususnya Bali.

Hal ini tentunya perlu diantisipasi dalam tugas kedepan. Selain itu, Bali yang berada dekat dengan perlintasan kapal-kapal yang cukup besar, tidak menutup kemungkinan bisa terjadi tidakan-tindakan yang ilegal. “Bali bisa juga dijadikan sebagai batu loncatan, seperti aksi penyelundupan baby lobster yang sempat digagalkan pihak Lanal Denpasar,” ungkapnya saat ditemui disela serah Terima Jabatan, Danlanal Denpasar.

Ke depan, kata Edwin, banyak rangkaian kegiatan akan digelar, salah satunya IMF-WB annual meeting. Untuk itu, pihaknya akan tetap siaga melakukan pengamanan dari sisi laut. “Laut harus dijaga, karena disini adalah pulau, area terdekatnya adalah Laut. Untuk itu laut disekitanya harus dijaga keamanannya,” ujarnya.

Dalam hal ini, pihaknya akan melibatkan unsur KRI dibawah koordinatornya Danlanal Bali dan dibantu juga oleh gugus tugas yang dibentuk TNI AL. Pihaknya akan menggelar unsur-unsur baik itu unsur KRI, unsul pesawat udara untuk patroli dan unsur pasukan kusus yang melaksanakan pengamanan di titik-titik yang akan diprioritas pada tingkat pengamanannya. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.